What's New
Loading....

Penyesalan Chapter 7 ( Final Chapter )

Akhirnya, inilah akhir dari kisah ini, akhir dari kisah yang berjudul penyesalan, karena banyak orang dari sekolah saya yang meminta chapter ketujuh, maka saya tidak akan memperlambat lagi, ini adalah chapter terakhir, mungkin setelah chapter ini akan ada Chapter special berjudul ( Behind The Scenes ) atau kelanjutannya, tentu bagaimana kisah mereka di masa depan.

jadi harap hayati di chapter ini, buat yang suka berimajinasi silahkan imajinasikan kisah terakhir ini, dan juga bagusnya sih sambil denger music yang berjudul :

kim jonghyun (shinee) - so goodbye

yanghwajin – alright

kim bo kyung – suddenly

biar makin terasa dalam hati..

Buat para fans saya yang rela menunggu selama ini saya berterimakasih yang sebesar besarnya, juga buat para pemeran, meski ada yang bukan dari SMK BINA ANAK BANGSA, saya masukan saja, tidak apa apa kan?..

Buat ibu saya yang saya sayangi, ibu, anda hampir ada di setiap halaman dalam Microsoft office saya ini..

pantai

Para Pemeran di dalam cerita ini..

20140813_085558

Asep Permana

Barudak (2)

Gylang dan Para Pembaca setia di SMK BINA ANAK BANGSA

The God Father

Gylang Satria Yudha

Editan 1

Prana, Aseo, Gylang

Dulu....Embarrassed smile Gylang & Rani?.. Hot smile hahaha, kalo dalam cerita asep cemburu gak ya?..Open-mouthed smile (Gylang dan Rani ( Kelas 2 )

 

Foto Foto diatas adalah Foto yang saya koleksi demi menyiapkan setiap kisah didalam cerita ini.

Oke langsung saja selamat menghayati.

Chapter 7

Disebuah rumah sakit international, terbaring seorang anak muda yang tidak sadarkan diri, dengan berbagai peralatan kedokteran yang menempel di tubuhnya, beberapa orang perawat berjaga dan mencoba menyelamatkan nyawanya…

“Bagaimanakah keadaanya dok?. “ Ucap Bapak anki seorang guru yang ikut menemani prana mengantar gylang ke rumah sakit.

“ Maaf Tetapi saat ini kita membutuhkan donor jantung untuk murid bapak, dan jika dalam waktu 2 jam kita tidak mendapatkan donor tersebut, maka sepertinya kita semua harus merelakan kepergian murid bapak untuk selamanya.” Ucap dokter menyesal, dan sontak membuat prana kaget.

“ Apa bisa saya mendonorkan jantung saya untuknya dok?” Ucap prana..

“ Apa Golongan darahmu nak?.. “ Tanya sang dokter.

“ B “ Jawab prana Singkat

“ Maaf nak, tetapi golongan darah teman anda A” Ucap dokter itu

“ Sudah prana, sepertinya kita harus merelakan kepergian gylang. “ Ucap bapak anki..

“ TIDAK, aku tidak akan pernah merelakan kepergiannya, aku tidak ingin sahabatku mati..” Ucap prana setengah membentak kepada bapak anki.

“ Tetapi saat ini kita membutuhkan seseorang dengan golongan darah B atau O yang rela mengorbankan nyawanya untuk gylang… apa kamu tidak mengerti?.. saat ini sudah tidak ada seorang yang rela mengorbankan nyawanya apalagi itu untuk orang asing.. “ Ucap bapak anki mencoba menyadarkan prana akan takdir yang akan segera di terima gylang.

“ …………….. “ prana hanya diam, dan perlahan airmatanya jatuh menetes membasahi pipinya..

“ Gylang, Adakah sebuah keajaiban yang akan menyalamatkanmu sobat.. “ ucap prana dalam hatinya

==

Dilain tempat.

==

Hujan yang tadinya mengalir dan langit yang tadinya meneteskan airmatanya kini mulai mereda, dan kini mulai tergantikan dengan kabut tebal yang menghalangi jarak pandang seseorang..

“ Akhirnya aku hampir sampai “ Ucap yunda terengah engah karena kecapean saat berlari…

==

Dilain tempat

BRUUUMMM BRUUUMM sebuah mobil Ferrari merah tengah melampaui kecepatannya..

100 KM/JAM dan terus meningkat, menghiasi jalanan sepi, dan mengarah ke rumah sakit..

“ Gylang, tunggu, jangan sampai mati.. “ Ucap Asep dalam hatinya..

“ Asep bisa gak menjalankan mobilnya agak pelan, bagaimana jika kita menabrak seseorang… “ Ucap ibunda gylang..

“ Tenang tante jalanan sedang sepi.. “ Bantah asep kepada ibunda gylang..

Saat kendaraan mewah itu hampir saja sampai menuju rumah sakit, dengan tiba tiba seorang wanita berambut panjang dengan pakaian yang basah melintas menyebrangi jalanan yang tertutupi oleh kabut tebal…

“ AAHHHHH “ Ucap asep dan ibunda gylang berteriak..

BRAAAAKKKK

Wanita itu terpental 2 meter jauhnya, dan sontak membuat terhentinya mobil sport mewah itu.

“ Asep apa yang kamu lakukan… “ Ucap ibunda gylang kepada asep dengan hati gemetaran, segera dia keluar menghampiri wanita itu..

Jalanan yang sepi bahkan tidak adanya orang yang melintas di sekitar kejadian itu, membuat asep merasa agak tenang karena tidak akan ada warga yang akan memukulinya seperti dalam film film.

“ Tante ayo segera bawa wanita itu ke rumah sakit.. “ Ucap asep menghampiri ibunda gylang menuju seorang wanita yang tergeletak tidak sadarkan diri, kepalanya terbentur dengan sangat keras, membuat darah mengalir, baju basah karena hujan tadi kini di hiasi warba merah darah..

“ Asep apa yang telah kamu lakukan..” Ucap ibunda gylang, karena dia mengenal sosok wajah yang tertabrak oleh asep..

“ Tidak… YUNDA “ Ucap asep setelah mengenali wajah wanita itu.. “ TIDAAAAAAKKKKK “ Ucap asep berteriak lagi..

“ Ayo tante cepat kita bawa dia ke rumah sakit.. “ Ucap asep dan segera membawa yunda ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit..

· Flashback *

“ Gylang aku mohon, bertahanlah, jangan mati, aku tidak ingin kehilanganmu, aku mohon, jangan.. “ Ucap yunda masih menangis meratapi kesedihannya..

BRUUUM terdengar suara mobil dari belakang tubuhnya

“ AHHH “ teriak yunda

BRAAKKK

· End Of Flashback *

==

Di rumah sakit..

“ 1 Jam sudah dokter keluar masuk kedalam ruangan gylang, tapi tidak ada satupun yang mengatakan mereka mendapatkan donor jantung buat dia. “ Ucap prana melihat beberapa dokter keluar masuk ruangan..

“ 1 Jam lagi… apakah dia bias selamat?.. “ Ucap bapak anki..

==

“ Tante bagaimana ini, apakah yunda akan baik baik saja?... “ ucap asep kepada ibunda gylang..

PLAK ibunda gylang menampar asep dengan sangat keras “ bagaimana bias kamu bilang dia baik baik saja, kamu buta?.. dia sedang sekarat.. “ Ucap ibunda gylang marah kepada asep..

“ Maaf nyonya wali dari gadis ini?.. “ Ucap dokter yang keluar dari ruangan UGD..

“ Iya “ Ucap ibunda gylang sambil menghapus airmatanya.

“ Wanita itu sudah sadarkan diri, Tetapi.. “ Ucap dokter itu terhenti

“ Tetapi apa dok?.. “ Tanya asep dengan suasana hati yang takut dan khawatir..

“ Dia akan meninggal dunia.. ini adalah kesempatan terakhir nyonya dan anda melihat dia sadarkan diri, ini adalah akhir dari hidupnya.. “ Ucap dokter itu kepada ibunda gylang dan asep.

Sontak saja perkataan dokter itu membuat ibunda gylang dan asep kaget.

“ Apa tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya dok?.. saya akan membayar berapapun untuk dokter jika dokter bisa menyelamatkan nyawanya..” Ucap ibunda gylang..

“ Maaf tetapi inilah akhirnnya, kami tidak bisa melakukan apapun untuknya, sebaiknya nyonya melihatnya.. “ kata dokter itu menyesal karena tidak ada yang dapat dilakukannya..

“ YUNDA.. Maaf “ Ucap asep segera memasuki ruangan yunda, sambil menangis dan merasa bersalah akan perbuatannya..

“ Ibunda gylangpun segera berlari memasuki ruangan yunda meninggalkan dokter yang sedang berbicara kepadanya…

Didalam ruangan terbaring seorang wanita dengan kondisi yang menghawatirkan, dia sadar akan tetapi nyawanya tidak akan bertahan lama, dia sudah di vonis akan meninggal dunia oleh dokter dan perawat yang membawanya..

“ yunda, maaf “ Ucap asep menangis kepada yunda..

“ Yunda maaf, tidak ada yang bisa tante lakukan untuk kamu.. “ Ucap ibunda gylang.

“ tidak apa asep, tante, yunda yang seharusnya minta maaf, yunda menyebrang jalan tanpa melihat situasi jalanan, yunda juga harus minta maaf, yunda tidak bias membahagiakan gylang, yunda juga sepertinya tidak bias melihat gylang tersenyum lagi, maafkan yunda tante.. “ ucap yunda yang dalam kondisi sangat lemah, menangis meratapi takdirnya, karena tidak akan bertemu seseorang yang sangat dia cintai..

“ tante, tolong berikan ini kepada dokter tadi.. “ Ucap yunda sambil menyerahkan secarik kertas yang dipenuhi noda darah kepada ibunda gylang..

“ Ini kan?.. “ ucap ibunda gylang..

“ iya tante, saya berniat mendonorkan jantung saya untuk gylang, setidaknya saya akan hidup didalam gylang, dan saya bisa membuat gylang hidup lebih lama.. saya akan menunggu gylang di alam selanjutnya.. “ ucap yunda dengan nada yang semakin melemah.

“ Tolong tante, selamatkan gylang demi saya.. dan tolong rahasiakan kematian saya di hadapan gylang dan semua teman teman saya tante. Dan asep juga, jangan menyakiti hatinya gylang lagi jangan membuatnya menangis lagi.. “ lanjut yunda.

“ Baik saya akan memberikan ini kepada dokter.. “ ucap ibunda gylang segera keluar menuju dokter tadi meski dia sedikit tidak tega kepada yunda.

“ Yunda… “ Ucap asep yang semakin histeris menangis dia memegang tangan yunda dengan erat, kenapa harus secepat ini kamu pergi.

“….. “ yunda hanya diam tidak bersuara, akan tetapi tangisan keluar dari matanya..

“ Asep, ini adalah permintaan terakhirku asep. Tolong jaga Gylang dan tolong rahasiakan kematianku darinya. “ Ucap yunda kepada asep

“ Baik Yunda, aku akan melaksanakan permintaan terakhir kamu “ ucap Asep

“ Cepat bawa dia, kita harus segera melakukan operasi kepadanya.. “ Ucap dokter dan perawat yang masuk kedalam ruangan dan akan membawa yunda menuju ruang operasi..

“ Asep Tolong jaga Gylang.. “ Ucap Yunda disela sela kepergiannya..

==

Di ruangan lain..

“ Bapak kita harus segera melakukan operasi kepada murid bapak, kami sudah menemukan pendonor dengan golongan darah O, sekarang kita bisa menyelamatkan nyawanya.. “ Ucap dokter itu kepada bapak anki..

“ Tapi siapa pendonor itu dok?.. “ Tanya Prana

“ saya tidak tahu namanya, tapi dia tadi mengalami kecelakaan dan rela mendonorkan jantungnya..” Jawab dokter itu

“ Siapapun kamu, saya berterima kasih, saya sangat berterima kasih.. “ Ucap Prana dalam hati.

Dengan segera dokter membawa gylang menuju ruang operasi, diikuti beberapa perawat wanita yang cantik cantik..

==

Disebuah tempat dengan pemandangan sangat indah terbaring seorang anak muda berambut agak panjang dengan pakaian serba putih sedang menatap keindahan yang sangat jarang dia lihat.

“ Jadi inilah akhinya ya?.. “ ucap pemuda itu..

“ sudah dua kali aku kesini, pemandangan ini begitu indah, andai yunda bisa melihat ini, dan apakah kali ini tangisan prana akan menyelamatkan aku lagi?.. “ Ucap pemuda itu sambil berfikir..

“ HAH tidak mungkin.. “ lanjut pemuda itu dengan nada malasnya..

Pemandangan yang indah berbagai bintang di langit yang biru terlihat begitu besar, bagai bulan di malam hari dengan ukuran yang beberapa kali lipat, padang rumput yang begitu luas, hembusan angin yang membuat semua orang yang mendengarnya merasa tenang.. membuat seorang pemuda merasa tidak mau bangun dari posisi malas malasannya..

“ Planet apa yang begitu dekat?.. Apa ini juga surga, atau apa aku dibawa alien?.. “ Ucap pemuda itu menghayal tidak karuan..

“ Yah sudahlah inilah akhir dari hidupku, selamat tinggal kawan semuanya, selamat tinggal Ibu, selamat tinggal yunda, selamat tinggal bapak anki, ibu yeni, dan semua orang yang aku kenal, aku rasa aku tidak akan kembali lagi ke dunia kita, dan juga selamat tinggal mobil mewahku…” ucap gylang menutup matanya…

PLAK..

“ aw, siapa sih yang menamparku?... “ Ucap Gylang membuka matanya dan menatap seseorang yang sudah sangat di kenalnya..

“ kamu tidak boleh tidur disini, dan kamu juga tidak dibawa alien… “ ucap seorang wanita cantik berpakaian serba putih..

“ Tunggu, Yunda.. Kamu Cantik.. “ Ucap gylang mencoba memuji yunda..

“ ah gylang, kamu ini ayo kamu harus pulang, ibu kamu menunggu. “ Ucap yunda kepada gylang

“ tapi sebentar?... kenapa kamu bisa ada disini?.. “ Tanya gylang pada yunda.

“ Jangan banyak bertanya.. mungkin takdir yang mempertemukan kita “ Ucap yunda sambil mengikuti gylang berbaring menatap indahnya langit..

“ ngomong ngomong disini Indah juga ya?.. “ lanjut yunda..

“ Iya, andai ini ada di dunia nyata aku ingin membawa prana dan asep kesini…. “ ucap gylang..

“ dan jika ada dunia yang seperti ini di dunia nyata, aku ingin membangun sebuah rumah sederhana, tidak ada kemewahan, atau kekayaan, hanya ada sebuah kesederhanaan, dan juga, aku ingin membangun sebuah keluarga kecil disini, Bersamamu Yunda. “ lanjut Gylang.

“ maka segeralah pulang.. “ Ucap yunda berdiri sambil menarik tangan gylang..

“ ah yunda, main Tarik Tarik aja sih.. “ ucap gylang berdiri mengikuti yunda..

CUUPP. Yunda mencium gylang dengan penuh perasaan, tapi tanpa Gylang sadari yunda pun meneteskan airmatanya..

“ segeralah pulang “ ucap yunda setelah mencium Gylang, kemudian dia mendorong Gylang ke belakang.

Tanah yang di pijak gylang tiba tiba hilang dan menjadi sebuah langit biru cerah dihiasi awan putih bersih, gylang mencoba menyentuh tangan yunda, tetapi dengan perlahan langit yang menghubungkan Gylang dan yunda tertutup..

“ Selamat Tinggal “ Ucap yunda

“ Yunda “ ucap Gylang setelah melihat hilangnya yunda dalam pandangannya

Kemudian Gylang terjatuh dari langit, pakaian serba putih yang dipakainya kini mulai menghilang perlahan, gylang memejamkan matanya, dan..

==

“ Tante, Gylang sudah sadar..” Ucap Prana…

“ Apa?.. “ kata ibunda gylang tidak percaya dan segera menghampiri gylang..

“ Prana?.. Kenapa kamu mulu yang selalu ada saat aku bangun?.. kenapa bukan wanita cantik aja?.. “ Ucap gylang sambil tersenyum kepada prana..

“ Ah kamu ini, dalam fikiranmu apa hanya ada wanita cantik aja?” ucap prana sambil tertawa akan tingkah konyol gylang

“ Gylang Akhirnya.. kamu sadar juga “ Ucap Ibunda gylang..

“ Ibu sebenarnya aku ada dimana?..” ucap gylang masih dalam keadaan bingung.

“ kamu ada di rumah sakit nak?. Kamu sudah 3 hari tidak sadarkan diri.. “ ucap ibunda gylang sambil memeluk gylang..

“ aku tadi rasanya bertemu yunda” Ucap gylang pada prana dan ibunda gylang..

“ Hah tidak mungkin dari tadi hanya ada aku dan ibumu.. “ Ucap prana meyakinkan gylang.

“ iya, sayang, dari tadi selama 3 hari juga hanya ada ibu dan prana, dan terkadang asep dan rani menjengukmu. “ Ucap ibunda gylang dan mencoba merahasiakan apa yang terjadi pada yunda.

“ ah ibu, udah aku bilang jangan panggil sayang kalo ada temanku.. “ Ucap gylang..

“ Gylang sebaiknya kamu jangan banyak bergerak luka di dadamu belum sepenuhnya sembuh.. “ Ucap prana

“ hah luka di dadaku?.. “ memangnya kenapa di dadaku..

“ 3 hari yang lalu ada seorang pendonor yang baik hati, dia mendonorkan jantungnya untuk kamu sobat.. “ ucap prana tidak tahu bahwa pendonor itu adalah yunda.

“ aku harap aku segera sembuh dan dapat bertemu dengan yunda lagi, rasanya aku kangen sama dia.. “ Ucap Gylang.

“ Iya yunda mungkin sedang sekolah sekarang, aku sudah 3 hari membolos.. jadi aku tidak tahu keadaan sekolah seperti apa sekarang.? “ ucap prana menjelaskan.

“ yasudah kamu istirahat saja dulu.. “ ucap ibunda gylang..

==

Di sebuah sekolah international SMK BINA ANAK BANGSA, terlihat 2 orang muda mudi yang sedang berduaan.. ( Contoh yang tidak baik ya pembaca?... )

“ asep, bagaimanakah keadaan gylang sekarang” aku dengar bahwa gylang sekarang sudah baikan, mungkin 1 minggu juga dia bisa kembali sekolah..” Ucap rani kepada asep.

“ oh iya rani, by the way, kamu selalu membawa buku itu?.. sebenarnya buku apa itu.. “ Tanya asep pada rani.

“ Oh ini, ini buku gylang, waktu beberapa hari lalu yunda menjatuhkannya, aku berniat mengembalikannya pada yunda tetepa setelah dia pergi aku tidak melihatnya kembali lagi, bahkan tas, dan seluruh isinya aku yang membawa pulang.. “ Ucap rani

Mendengar tentang yunda, asep hanya terdiam, banyak orang yang tidak tahu kematian yunda, hanya asep dan ibunda gylang yang mengetahui kematian yunda.

“ eh kenapa diam aja?.. “ Tanya rani.

“ oh enggak, by the way, kamu udah baca isi dari buku ini belum?.. “ Tanya asep

“ udah sih, tapi aku belum menyelesaikan halaman terakhirnya, karena menurutku tidak baik jika membaca buku milik orang lain, oh iya, aku juga baru tahu gylang itu sangat mencintai yunda, padahalkan dia dulu cinta sama aku.. kamu inget gak?.. waktu di pantai itu dulu waktu pertama kali gylang bertemu dengan yunda. Gylang bahkan tidak tahu bahwa kita melihatnya berpelukan dengan yunda.. “ ucap rani panjang lebar.

“ Iya waktu itu kita juga melakukan sesuatu setelahnya.. hehehe inget gak?.. “ Tanya asep dengan wajahnya yang tersenyum kepada rani.

“ ah dasar, kamu ini main cium cium orang aja?.. “ Ucap rani sambil tertawa..

“ tapi kamu juga kan membalas ciuman aku. “ ucap asep menatap wajahnya rani..

Wajah asep semakin mendekat ke wajah rani.. 5 CM, 3 CM, 2 CM..

“ HM, kalian apa yang kalian lakukan disini, kalian mau di keluarkan di sekolah ini.. “ Ucap guru paling galak se dunia ibu yeni.. ( Maaf ibu yeni saya masukan kedalam cerita ini.. )

“ hahaha, enggak bu tadi saya lihat ada sesuatu diwaajhnya rani.. “ ucap asep mencari cari alas an.

Sedangkan rani hanya diam wajahnya begitu merah..

“ Yasudah, kalian boleh berpacaran asalakan sewajarnya.. “ Ucap ibu yeni kemudian pergi meninggalkan pasangan muda mudi itu..

--

Disebuah tempat..

“ aku harus mencatat semuanya, kegiatan mereka selama 3 hari ini, dan juga kemana sih prana?.. dia tidak pulang, padahal banyak yang perlu aku laporkan. “ Ucap Dasep yang selalu memperhatikan asep dan rani atas perintah prana.

--

TENG TENG TENG bel kelas berbunyi..

“ ayo kita masuk ke kelas “ ucap asep pada rani..

“ Ayo “ ucap rani mengikuti asep sambil menggenggam tangannya.

--

“ aku juga sebaiknya masuk ke kelas.. “ Ucap dasep kemudian berlari menuju kelasnya tanpa memperhatikan jalan..

BRAK

“ Aduh.. “ Terdengar suara wanita.

“ eh maaf, aku tidak sengaja “ Ucap dasep kemudian membantu wanita itu mengumpulkan bukunya yang terjatuh.

“ Iya, tidak apa apa.. “ Ucap Wanita itu ikut membatu dasep mengumpulkan bukunya..

Saat sedang mengumpulkan buku wanita itu tanpa disengaja tangan mereka bersentuhan, kemudian dasep mandang wajah wanita itu, begitu juga dengan wanita itu.

Dengan tiba tiba sebuah bunga khayalan muncul di pikiran dasep, bunga berjatuhan tepat di mereka

Dan

“ Maaf, tolong lepaskan tangan aku.. “ucap wanita itu

“ eh maaf, maaf ya “ ucap dasep

“ Iya “ ucap wanita itu.

“ Aku dasep. Kamu siapa ya?.. “

“ Rena.. “ Ucap wanita yang bernama rena itu.

“ aku harus segera pergi.. nanti bu yeni bias marah. Aku permisi dulu. “ ucap rena.

“ eh tunggu boleh aku minta nomer handphone kamu?.. “ Tanya dasep..

“ Emh Boleh. “ ucap rena.

Kemudian mereka bertukar nomer handphone, dan pergi ke kelas masing masih..

Ketika dasep kembali ke kelasnya, wajahnya begitu bersinar, dan berbunga bunga.

“ Ah buat apa aku mengumpulkan informasi yang tidak penting. “ ucap dasep kemudian memasukan buku catatannya kedalam tempat sampah..

“ wajahnya, begitu cantik.. “ Ucap dasep kemudian masuk ke kelasnya dengan perasaan yang senang..

==

2 Minggu kemudian..

Di SMK BINA ANAK BANGSA

Datang sebuah mobil eksotik berwarna putih dan mewah, hampir setiap mata memandangnya..

“ Ibu aku berangkat dulu.. “ Ucap gylang..

Kemudian dia keluar dari mobil berwarna putih itu..

“ Itu Gylang, sdauh lama kita nggak melihatnya, sebenarnya dia kenapa ya?.. “ banyak yang bertanya Tanya akan kedatangan gylang yang sudah 2 minggu lebih dia tidak sekolah.

“ hhhmm aku sudah 2 minggu tidak menginjakan kakiku di sekolah ini.. “ ucap Gylang kemudian pergi menuju kelasnya..

“ Hei. Gylang, kamu sudah sehat?... “ Ucap prana datang berbarengan dengan asep dan rani..

“ iya, aku bosan jika harus diam di rumah.. “ Ucap gylang..

“ Gylang ini buku milikmu, yunda menjatuhkannya, oh iya, kamu lihat yunda nggak?.. “ Ucap rani bertanya sambil menyerahkan buku kepada gylang.

“ enggak tuh, emang yunda kemana?... “ Tanya gylang sambil mengambil buku miliknya yang dijatuhkan yunda. Akibat pertanyaan Gylang membuat asep sedikit gemetar..

“ Yunda katanya pindah negara. Dia ikut ayahnya ke los angeles amerika.. “ ucap asep mencoba mencari alasan yang tepat.

“ kenapa kamu tidak bilang ke aku?.. “ Ucap gylang.

“ Aku tidak bisa, aku sudah berjani pada yunda, dia akan menetap disana. “ Ucap asep

“ Aku harus menjemputnya.. “ ucap gylang kemudian hendak pergi meninggalkan mereka

“ Jangan, dia berpesan padaku, agar kamu menempuh hidup baru, menempuh apa yang kamu cita citakan, dan juga kamu harus membahagiakan ibu kamu..” Ucap asep

“ sudah jangan ada perkelahian lagi oke.. ayo kita kekelas.. “ Ucap prana menarik tangan gylang dan asep.. karena takut gylang akan memukul asep, padahal dia masih dalam proses pemulihan.

“ aaahhhh, prana jangan konyol, siapa juga yang akan berkelahi.. “ ucap gylang

“ eh, aku takut aja kamu nati marah marah lagi sobat.. “ ucap prana

“ enggak lah, ayo aku traktir kalian di kantin “ Ucap gylang membawa prana, asep, dan rani menuju kantin

“ bagaimanapun juga aku harus menemukan yunda, dimanapun kamu.. yunda tolong tunggu aku menyelesaikan sekolahku dulu, aku akan datang ke amerika untuk menjemputmu.. “ ucap gylang dalam hatinya..

Berhari hari, berminggu, minggu, berbulan bulan, bahkan sampai Ujian Nasional dilaksanakan mereka bertiga yang sekarang ditemani oleh rani, selalu terlihat bersama, bercanda, tertawa, bersenang senang bersama, asep dan rani terlihat makin romantis, gylang makin lama makin merindukan yunda, sedangkan prana, masih dalam kesendirian..

“ Eh prana, kapankamu punya pacar.. “ Tanya Gylang

“ Ah pacar pacar. Aku mau kuliah dulu, oh ia kalian mau kuliah dimana?.. “ tanya prana pada teman temannya

“ Aku mau di Universitas Indonesia tentunya bersama rani.. “ Ucap Asep

“ Iya “ Lanjut rani..

“ Kamu?.. “ Tunjuk prana pada gylang..

“ Aku mau di Los Angeles amerika, sambil mencoba menemukan yunda. “ Jelas Gylang.

“ Maaf Gylang, bagaimanapun kamu tidak akan pernah menemukannya, aku rasa kamu belum siap menerima kenyataan bahwa jantung milikmu adalah jantung yunda. “ Ucap Asep dalam hati setelah mendengar perkataan gylang tentang kuliahnya.

“ kalo kamu sendiri..” tanya gylang pada prana..

“ Tentunya HARVARD University di Amerika juga.. “ ucap prana

“ Jangan lupa mengunjungiku di Los Angeles ya.. “ ucap gylang

“ Oke.. “ ucap prana

“ ahh kalian ke amerika, kita di indonesia aja lah.. “ ucap asep

“ nanti kalo kalian mau menikah undang kami ya… Hahahaha “ Ucap Prana dengan senyum menggodanya..

“ iya nanti setelah kita menguasai perusahaan orang tua kita aku harap kita dapat bermitra dengan baik, dan menjadi perusahaan terkuat sepanjang sejarah.. “ ucap gylang yang sudah terpacu akan bisnis keluarganya.

Mereka berempat berbicara tentang masa depan yang entah akan seperti apa?.. tetapi mereka menghabiskan hari itu bersama di sekolah yang bernama SMK BINA ANAK BANGSA, sahabat yang akan terus bersama, dan terus saling berbagi cerita, antara Asep dan Rani yang masih berstatus pacaran, Juga dengan Gylang yang hampir diberikan kekuasaan atas Perusahaan ibunya, juga dengan prana yang akan terus menjungnjung prestasinya, mereka adalah sahabat yang saling menghormati persahabatan mereka…

“ AKu Harap kamu bahagia bersama teman temanmu, tiada PENYESALAN yang aku terima atas kematianku, aku harap kamu bahagia. “ Ucap Yunda kemudian melesat dengan sangat cepat mengarah ke langit.

“ Hah Apa Itu “ ucap Gylang yang melihat cahaya yang terbang dari dekatnya.

“ Apa? “ Ucap prana

“ aku merasa ada seseorang yang memperhatikan kita? “ Ucap Gylang sambil melihat sekelilingnya

“ Ah mana ada, dari tadi kita kan Cuma berempat “ ucap prana sambil memperhatikan kiri kanan nya

“ tapi aku sangat yakin “ ucap Gylang dalam hati, dan percaya bahwa dirinya melihat seseorang yang dikenalnya memperhatikannya.

The End

Akankah ada kelanjutannya?..

Silahkan beri saya pesan, terutama buat para teman teman yang berada

di SMK BINA ANAK BANGSA, silahkan Review..

Thanks To

Semua orang yang rela namanya saya masukan kedalam cerita ini

Bapak dan Ibu Guru di SMK BINA ANAK BANGSA

Semua Keluarga dan Kerabat

Para Fans yang saya juga tidak tahu siapa?.. ( ABAIKAN )

Terima kasih buat semuanya aja oke..

=====

Maaf Bila ada kesalahan Nama, Atau Tulisan, Karena saya juga hanya manusia yang tidak luput dari setiap kesalahan.Smile

Penyesalan Chapter 6

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Yang Ke 69, di hari kemerdekaan ini tepatnya tanggal 17 Agustus 2014 saya akan mengupdate cerita ini..

69 tahun indonesia merdeka, 69 tahun juga kita bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan ini, jadi kita sebagai anak muda generasi baru harus mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan ini, baik dari segi ekonomi, pertahanan, dan seni budayanya..

Berbicara tentang kesenian budaya Indonesia ini, saya rasa sangat banyak budaya yang hamper hilang, baik dari segi Bahasa, dan sebagainya, banyak sekali budaya asing yang campur aduk dalam budaya kita, dan menjadikan anak muda jaman sekarang kehilangan apa yang seharusnya mereka jaga, tapi disini saya sebagai anak Indonesia, mengingatkan kepada pembaca agar melestarikan kebudayaan kita, dan jangan sampai direbut bangsa lain..

----

Tidak lupa Pembaca setia yang rela membaca cerita ini , saya berterima kasih bagi pembaca setia akan kedatangan anda dalam website saya, juga dengan para fans saya yang saya tidak tahu siapa?... (Abaikan) T_T

Maaf ya dikali ini ceritanya agak kurang menarik tapi mantap jika dijadikan film, mungkin.. hahaha oh iya thanks jga buat teman teman dari SMK BINA ANAK BANGSA yang rela namanya saya masukan dalam cerita ini, thanks buat sahabat saya Asep permana dan Prana M Maulana yang rela menjadi pemeran utama dalam cerita ini, thanks juga buat Eri Setiawan yang rela membagikan cerita saya kepada teman temannya, tidak lupa ibu saya yang tercinta yang mendukung akan pembuatan cerita ini.. hahaha

Oke

CHAPTER KEENAM

pantaiOTW BKD (3)Editan 1

Disebuah rumah yang mewah dengan puluhan aksesoris yang bernilai tinggi, terdapat seorang anak muda dengan rambut agak panjang, dan baju kemeja yang lengannya dilipat sampai siku, sedang menulis sesuatu dalam buku yang sedang digenggamnya.

“ ahhh harus apa lagi yang aku tulis?.. “ ucap pria itu sambil memegang dagunya sebagai tanda dia sedang berfikir..

“ jangan terlalu banyak berfikir nanti kamu..” ucap salah seorang wanita berumur 45 tahunan..

“ ya ibu aku tahu.” Ucap pria itu membalikan badannya kepada wanita yang ternyata ibunya itu..

“sudah 4 bulan sejak kamu keluar dari rumah sakit tapi kamu tidak pernah menyentuh dunia luar lagi selain sekolah?..” ucap ibunya itu sambil memengan pundak pria itu..

“ aku hanya tidak ingin dunia mengenalku lagi ibu, ibu juga tahu kan apa yang dikatakan dokter 4 bulan yang lalu, tepatnya setelah yunda pergi meninggalkan ruangan, apa ibu masih ingat?..” kata pemuda itu dengan wajah yang serius tetapi sedikit menyimpan perasaan sedihnya.

Flashback…

“ nyonya kami permisi dulu. “ ucap ayah yunda

Kemudian kedua ayah dan anak itu pergi meninggalkan ruangan..

“ HMMMMMM, Apa yang barusaja kamu lakukan ? (T_T) “ ucap ibu Gylang dengan wajah datarnya..

“ Emh, apa ya?.... “ ucap Gylang pura pura bodoh lagi..

“ Hm, Jadi begitu ya.” Ucap ibunda Gylang menyadari sesuatu..

“hahaha begitu apanya ibu, dia itu pacarku.. dia cantik kan?.. “ jelas Gylang kepada ibunya.

“ Hm, kamu masih muda udah pacaran..” ucap ibunda Gylang sambil memegang pundak anaknya

Gylang hanya tersenyum kecil mendengar ucapan ibunya itu.

“ aku harap aku dapat segera keluar dari rumah sakit dan segera pulih. “ ucap Gylang dalam hati

Beberapa menit ibu dan anak itu berbincang tentang kehidupan mereka dan tentang teman teman Gylang termasuk yunda, akan tetapi meski ibu Gylang sudah tahu akan hubungan Gylang dengan yunda apakah dia akan…

Cklek pintu ruangan terbuka, dan terlihat seorang dokter masuk kedalam ruangan tersebut..

“ nyonya saya harus memberitahu sesuatu tentang keadaan anak nyonya.” Ucap dokter itu.

“ memang kenepa dengan anakku?...” Tanya ibunda Gylang

“ lebih baik kita berbicara diluar saja nyonya.” Ajak dokter itu kepada ibunda Gylang, dan kemudian mereka berdua pergi dari ruangan dan meninggalkan Gylang sendiri dalam ruangan yang sepi

Didalam ruangan dokter itu.

“ nyonya maaf tetapi anak ibu mengalami kerusakan yang sangat parah pada jantungnya, kami menemukan sebuah keganjilan pada jantung anak ibu, sepertinya akibat benturan yang sangat keras jantung anak ibu mengalami pendarahan, dan sangat disanyangkan lagi..” ucap dokter itu menghentikan ucapannya

“ apanya yang harus disayangkan?.. “ ucap ibunda Gylang dengan hati yang tidak karuan atas ucapan dokter itu..

“ sangat disayangkan kami tidak dapat mengobati anak ibu. Ucap dokter di akhir kalimat nya.

“APA, jangan bercanda dokter anak saya baik baik saja, apa dokter buta, dokter juga melihat dia tidak apa apa?.. “ ucap ibunda Gylang dengan perasaanya yang masih belum jelas dan terkesan sedikit marah pada dokter itu.

“ saya tidak bercanda nyonya, memang untuk 5 sampai 6 bulan kedepan anak ibu akan baik baik saja, tetapi saat menginjak 7 bulan maka anak ibu akan...” ucap dokter itu terhenti bagian akhir kalimatnya

“ MATI..” ucap Gylang yang entah sejak kapan berada di balik pintu tanpa dokter dan ibunya ketahui..

“ anak ibu akan meninggal dunia.. “ jelas dokter menyelesaikan kalimatnya

“ aaapa apa ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya?.. “ ucap ibunda Gylang dengan sangat gelisah.

“ mungkin dengan tidak membuatnya kelelahan akan memperpanjang umurnya..” ucap dokter itu.. ibunda Gylang mulai meneteskan airmatanya, menangis meratapi kesedihannya

“ mengapa harus anakku satu satunya yang harus mengalami penderitaan ini, kenapa tidak aku saja..” ucap ibunda Gylang ditengah tangisannya

“ apa ada cara lain dok “ lanjut ibunda Gylang

“ ada tapi dimana ada kehidupan maka akan ada kematian disampingnya..” kata dokter itu kepada ibunda Gylang..

“ apa maksudnya dimana ada kehidupan maka aka nada kematian disampingnya?..” Tanya ibunda Gylang dengan wajah yang sedih dengan airmata yang masih mengalir..

“ maksud saya adalah anak ibu membutuhkan donor jantung dari golongan darah yang sama, akan tetapi sangat susah sekali mendapatkan orang yang rela mendonorkan jantungnya sendiri karena itu itu berarti kematian bagi pendonornya sendiri..” jelas dokter itu kepada ibunda Gylang.

“ apakah tidak bisa mendonoran jantungku sebagai ganti akan nyawa anaku dok?..” ucap ibu Gylang masih dengan ekspresi khawatir

“ Gylang mempunyai golongan darah B sedangkan nyonya mempunyai golongan darah A jadi sangat mustahil untuk dapat mendonorkan jantung ibu kepada Gylang” jelas dokter lagi kepada ibunda Gylang.

“ tidak perlu mengorbankan nyawa seseorang untuk menyelamatkan nyawaku ibu, setidaknya aku masih dapat hidup beberapa bulan kedepan..” ucap Gylang yang tiba tiba masuk kedalam ruangan

“ Gylang, maafkan ibu nak, ibu tidak bisa menyelamatkanmu, di usiamu yang masih sangat muda, dan bahkan belum terlalu banyak mengenal dunia kamu.. kamu sudah mendapatkan vonis mati…” ucap ibunda Gylang memeluk Gylang dengan airmata yang mengalir dengan derasnya.. dengan perlahan Gylang menerima pelukan ibunya dan tanpa sadar tetes demi tetes airmata Gylang mengalir..

“ maaf ibu, aku tidak bisa memberikan yang terbaik, maafkan aku atas segalanya..” ucap Gylang kepada ibunya yang masih dalam pelukannya..

“ nyonya saya akan berusaha mencari pendonor yang mungkin dapat menyelamatkan Gylang, saya berjanji.. “ ucap dokter itu yang tanpa sadar ternyata ikut bersedih akan keadaan Gylang.

End Of Flashback

“ Gylang, kenapa harus kamu, kenapa tidak ibu saja yang menanggung beban ini..” ucap ibunda Gylang

“ tidak perlu ibu, karena ini kan takdir, maka takdir tidak dapat diubah tanpa ada keajaibankan?..” ucap Gylang tersenyum kepada ibunya agar tidak membuat ibunya sedih kembali..

“ oh iya, bagaimana hubunganmu dan teman temanmu, di sekolah.. “ Tanya ibunya Gylang

“ mereka belum mengetahui apa apa tentangku, dan aku akan berusaha menjauhi mereka, aku tidak ingin mereka bersedih akan keadaanku yang tinggal menunggu hari, di sekolah juga aku masih menjadi anak yang pintar dan terkenal kok, jadi ibu tenang aja ya..” ucap Gylang dengan senyumannya kepada ibunya..

“ bagaimana dengan yunda?.., diakan pacarmu apakah tidak baik jika kamu berbohong padanya.” Ucap ibunya Gylang.

“ ya sudah ibu aku mau istirahat dulu..” ucap Gylang segera berdiri dan pergi menuju kamarnya..

“ aku rasa ada yang salah dengan dia..” ucap ibunya gylangsambil melihat kepergian Gylang..

Sudah hampir 4 bulan ibunda Gylang tidak datang keperusahaannya, dengan niat untuk merawat Gylang, perusahaannya sekarang di pegang alih oleh adik ibunya Gylang yang bernama yeni setiasih, dan konon katanya perusahaan itu sedang mencapai puncak kejayaannya saat dipegang oleh adiknya..

----------

23 hari kemudian didalam sekolah tepatnya didalam ruangan kelas yang sunyi sepi hanya terduduk 1 pasang muda mudi, seorang gadis cantik yang sedang tersandar di pundak pacarnya yang bernama Gylang satria Yudha, sedangkan Gylang sendiri sedang menulis sesuatu dalam buku yang akhir akhir ini selalu dibawanya kemanapun dia pergi.

“ Gylang sebenarnya apa sih yang kamu tulis, kenapa setiap hari kamu diam terus sih?.. “ Tanya gadis yang bernama yunda itu..

“ aku hanya menulis sesuatu tentang diriku.” Ucap Gylang

“ Boleh aku lihat?..” Tanya yunda sambil mencoba meerebut buku itu, dari tangan Gylang..

“ hei, jangan..” cegah Gylang

Akan tetapi yunda tidak mendengarkan karena dia sangat penasaran akan isi dari buku itu?.

“ kejar aku kalo bisa, hehe” ucap yunda kemudian berlari keluar dari dalam kelas, sambil membawa buku itu..

“ ahh sial gawat, jangan sampai dia membacanya.” Ucap Gylang kemudian mencoba mengejar Gylang.

Yunda berlari bagaikan anak kecil yang sedang main kejar kejaran, dan Gylang yang khawatir buku itu akan dibacanya. Jika dilihat lihat mereka berdua terlihat seperti pasangan yang gokil dan aneh..

“ pran, mereka seperti anak kecil ya?.. “ Ucap Dasep yang memperhatikan Gylang dan Yunda bersama Prana.

“ iya, benar katamu.. “Ucap prana

Dasep adalah seorang sahabat prana dan sudah satu kelas bersama sejak kelas 1 SD, dan akhir akhir ini, Persahabatan Prana, Asep, dan Gylang terlihat sedang berantakan, karena permasalahan Asep dan Gylang, sedangkan prana menjadi pihak penengah agar jangan sampai mereka berdua saling merugikan pihak masing masing, dan disaat perselisihan Antara Asep dan Gylang prana meminta bantuan dari dasep sahabatnya sejak kecil untuk membantu prana mendinginkan suasana Antara asep dan Gylang..

“ Oh iya pran, bagaimana status hubungan Antara Asep dan rani..” Ucap Dasep.

“ setahuku mereka masih berpacaran..” Jawab prana

“ iya, apa kita harus memisahkan mereka?... “ ucap dasep diiringi seringai kejahatannya..

“ JAngan, Kamu ini, tugas kita membuat perdamaian bukan permusuhan.. “ cegah prana, setengah berteriak sehingga membuat sebagian murid melihat mereka..

“ Tuh kan, kita jadi pusat perhatian… “ Ucap dasep..

“ Itukan salah kamu juga… “ ucap prana

“ Yasudah aku mau menghampiri Gylang dulu, kamu terus awasi asep.. “ ucap prana kepada dasep..

“ SIAP.. “ Lanjut dasep dengan tingkahnya yang aneh…

Dilain tempat

“ yunda tolong hentikan, kembalikan buku itu yunda..” ucap Gylang terhenti dari aktivitas larinya.

DEGGG “ ahhh “ Gylang berteriak kesakitan sambil memegang dadanya..

“ Gylang kenapa kamu?.. “ ucap prana yang segera berlari menghampiri Gylang..

“ dadaku sakit sekali, aaahhh, aku tidak tahan.. “ ucap Gylang yang sepertinya sangat kesakitan,.

Cepat telpon ambulance, ucap seorang guru yang berdiri mencoba menolong Gylang.

Dengan segera asep yang melihat Gylang kesakitan segera memanggil ambulance.

Beberapa menit kemudian ambulance datang dan membawa Gylang yang ditemani oleh guru tadi dan prana menuju rumah sakit.

“ apa yang terjadi dengan dia?.. “ ucap yunda sambil melihat kepergian Gylang dengan ambulance sambil masih memegang buku tadi.

“ asep apakah kamu tahu dia kenapa?.. “ ucap rani kepada asep.

“entahlah tapi aku akan mencari tahu..” ucap asep..

Asep kemudian pergi meninggalkan rani dan berlari menuju mobil lamborgini nya di parkir dan segera pergi kerumah gylang untuk menemui ibunya.

BRUUUM BRUMM mobil asep melesat selama perjalanannya ke kediaman Gylang yang sangat mewah.

170 KM perjam kecepatan telah ditempuh asep selama perjalanan, dan terus bertambah, dijalanan yang memang agak sedikit ramai asep nekat melewati batas kecepatan yang sangat jarang ditempuhnya..

Setelah sampai di kediaman gylang

Tok tok tok

“ tolong siapa saja buka pintu “ ucap asep mengetuk pintu rumah Gylang.

Kemudian seseorang membukakan pintu..

“ asep silahkan masuk..” ucap ibunda Gylang

“ tidak tante sekarang Gylang berasa dirumah sakit, saya harap tante dapat segera berangkat kesana?..

“ apa?.. kalo begitu ayo berangkat..” ucap ibunda Gylang

Kemudian asep beserta ibunda Gylang berangkat menju rumah sakit… dalam keheningan tiada pembicaraan yang dilakukan baik oleh ibu gylang ataupun asep.

“ aku harus menanyakan sesuatu mungkin tante yulia tahu sesuatu tentang Gylang. “ ucap asep dalam hati.

Di sekolah yunda dan rani duduk berdua, mereka bertanya Tanya apa sebenarnya yang terjadi kepada Gylang.

“ yunda, apa yang kamu pegang itu..?” tanya rani..

“ oh ini buku Gylang, dia entah menulis apa dalam buku ini tadi aku merebutnya..” ucap yunda

“ Bagaimana jika kita baca saja mungkin didalamnya berisi beberapa petunjuk..” ucap rani

“ emh bagaimana ya?.. Tapi Gylang melarangku untuk membaca buku ini..” ucap yunda pada rani

“ tapi aku juga sedikit penasaran sih “ lanjut yunda

Dengan perlahan yunda membuka buku itu, Sedangkan rani sepertinya tidak tertarik untuk membaca buku itu.. dia hanya diam disebelah yunda sambil memaikan handphonenya, dengan hati degdegan, perasaan yang tidak karuan, yunda dengan perlahan membaca coret demi coret tulisan dalam buku itu..

“ APA, jadi dia selama ini hanya menunggu kematiannya saja, dan sepertinya aku, aku saat ini mempercepat kematiannya.. “ ucap yunda dalam hati, tetes demi tetes tangisannya mengalir membasahi buku itu..

“ aku, aku tidak percaya ini.. “ yunda berlari meninggalkan rani dengan tangis yang mengalir deras dari matanya dan tanpa sengaja menjatuhkan yunda menjatuhkan buku itu.

Disebuah rumah sakit ternama terdengar suara ambulance yang memekakan telinga, segeralah di bawanya seorang pasien yang masih sangat muda oleh para perawat dengan diiringi seorang guru dan seorang temannya, dengan cepat para perawat membawa tubuh anak muda yang tidak sadarkan diri itu kedalam ruang UGD..

“ maaf pak, bapak sebaiknya tunggu disini “ ucap salah seorang perawat tersebut kepada bapak guru yang bernama anki tersebut.

“ sudah prana, sebaiknya kita menunggu kedatangan pihak keluarga Gylang. “ ucap bapak anki sang guru matematika yang menjadi salah satu sahabat prana di sekolah..

“ baik pak, semoga Gylang baik baik saja.” Ucap prana.

-------------

Dilain tempat

“ Gylang kenapa kamu tidak pernah bilang kepadaku bahwa kamu itu sedang sakit yang sangat parah, kenapa kamu tidak pernah bilang bahwa selama ini kamu hanya menunggu kematian saja, kenapa?.. “ ucap yunda dalam hati, yunda berlari dengan diiringi air mata yang mengalir, dirinya begitu sedih kenapa orang yang sangat dicintainya akan meninggalkan dunia ini..

“ Gylang aku mohon bertahanlah, aku mohon “ ucap yunda lagi ditengah larinya..

Langit yang tadinya menunjukan wajah cerianya kini seperti menangis, hujan dengan sangat derasnya turun membasahi yunda yang masih berlari menuju rumah sakit.

“ kenapa dari tadi tidak ada angkutan umum sedikitpun ya?.. “ ucap yunda yang merasa heran sepanjang perjalanannya dia tidak menemukan tukang ojek dan sebagainya, jadi terpaksa dia berlari menuju rumah sakit yang berjarak beberapa blok dari sekolahnya..

Ditengah hujan yang sangat deras, tubuh yunda terbasahi air hujan, air matanya tersamarkan oleh derasnya air hujan yang mengalir..

-----------

Disekolah:

“ ih kenapa hujan sih.” Ucap rani menatap langit sambil menggenggam buku milik Gylang yang tidak sengaja yunda jatuhkan tadi.

“ eh rani, jangan melamun mulu..” ucap erni sambil menepuk pundak rani.

“ eh erni, kamu ngagetin mulu.. “ ucap rani.

“ erni, ngomong ngomong tadi Gylang kenapa ya?.. sepertinya dia sangat kesakitan?.” Ucap rani kepada erni

“ mana aku tahu rani, mungkin dia sakit hati gara gara kamu pacaran sama asep.. “ ucap erni sok tahu..

“ hah jangan bercanda erni kamu juga tahu kan kalo Gylang itu cinta sama yunda dan mereka berpacaran.” Ucap rani dengan senyum manisnya

“ oh iya, dulu kan Gylang pernah nyatain cintanya sama kamu kan?.. “ Tanya erni

“ darimana kamu tahu?” rani bertanya balik

“ ehhh kamu ini, aku kan sering main kerumah Gylang, jadi dia sering curhat juga ke akulah..” ucap erni pada rani yang membuat rani sedikit terkejut.

“ iya, dia pernah nyatain cintanya ke aku beberapa bulan yang lalu, tapi aku cuekin aja dia.. “ ucap rani dengan wajah dinginnya..

“ Iihhh sadis banget sih.. “ ucap erni sedikit merinding mendengarkan ucapan rani

“ iya sih, aku ini memang banyak salah sama dia, aku bahkan hampir merusak persahabatan asep dan Gylang. “ ucap rani mengaku bahwa dirinya terlalu banyak salah kepada Gylang.

“ yasudah erni, aku mau kekelas dulu..” ucap rani pergi meninggalkan erni.

“ iya, duluan aja. “ ucap erni pada rani.

Disebuah kelas yang sepi, hanya terduduk seorang wanita cantik yang sedang menatap sebuah buku seorang temannya.

“ haruskan aku membuka buku ini?.. “ tanyanya pada dirinya sendiri.

Karena rasa penasaran yang sangat kuat didalam hatinya dengan perlahan rani membuka buku tersebut, dia mulai membaca apa yang Gylang tulis.

“ Hm ternyata ini hanya kisah hidupnya Gylang saja “ ucap rani semakin banyak dia membaca semakin tahu apa yang apa yang gylang rahasiakan..

TENG TENG TENG jam pelajaranpun dimulai sebagi tanda jam istirahat telah selesai

“ ahh padahal sedikit lagi selesai..” ucap rani kemudian menutup buku itu.

Segera rani memasukan buku itu kedalam tasnya, dan pelajaran pun segera dimulai..

--------------

Bagaimakah kisah kelanjutannya? Dan bagaimanakah jika rani mengetahui bahwa Gylang akan segera menemui kematiannya, dan akankah dia berpaling dari asep?...

---------------

Penasaran.. Baca Minggu depan ya…