What's New
Loading....

Penyesalan Chapter Lima

pantai

Minal Aidzinwalfaidzin buat semua pembaca yangrela membaca cerita yang nggak jeas ini (^_^) terutama buat para fans saya yang saya juga nggak tahu siapa?... (abaikan), buat para sahabat dan pemeran dalam cerita ini saya minta maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan, terutama kepada rani puspitasari maaf ya… ( Berharap dimaafkan.)..

Akhirnya bulan suci ramadhan telah usai dan kita semua merayakan hari kemenangan pada tanggal 28 Juli yang lalu, dan pada hari ini tanggal 30 saya memberikan sebuah cerita lanjutan dari chapter yang lalu, meski memang masih nggak jelas cerita apa?.. tapi maklum ya, saya masih newbie/ pemula dalam pembuatan cerita..

Langsung saja ya silahkan baca cerita saya gratis ini kok…

Oh iya didalam cerita ini saya memberikan sebuah picture atau gambar asli tentang sesuatu loh.. Mau Tahu?... baca dulu aja…

CHAPTER KELIMA

Didalam sebuah ruangan dengan aroma mint dan obat, terbaring seorang anak muda yang tidak sadarkan diri kepalanya terbalut perban dan ada sedikit darah yang terlihat dalam perban itu, ditemani oleh sahabatnya prana, asep, dan rani.. sedangkan yunda, beserta ayahnya dan ibunda gylang menunggu diluar ruangan

Detik demi detik waktu berjalan, ketiga orang itu hanya diam memperhatikan Gylang satria Yudha yang keadaannya tidak sadarkan diri, menit demi menit berlalu, sudah 1 jam 45 menit sejak kedatangan dokter yang memeriksa Gylang.

“ aku mohon sobat, bertahanlah, aku mohon..” ucap prana dengan nada pelan kepada Gylang yang masih terbaring lemah, prana sedikit demi sediit mengucurkan airmatanya.

Asep dan rani yang duduk disamping prana hanya dapat diam, melihat kesedihan prana yang sudah tumpah..

TIBA TIBA… jari tangan Gylang bergerak, secara perlahan…

“Gylang?..” ucap prana

“ cepat panggil dokter” kata asep kepada rani..

“ baik “ jawab rani dan segera pergi meninggalkan ruangan itu..

Ibunda Gylang segera masuk kedalam ruangan diikuti oleh ayah yunda dan yunda sendiri setelah melihat rani berlari menuju ruangan dokter,

“ Gylang cepat sadar gylang” ucap prana masih meneteskan air matanya..

1 jam yang lalu, dalam bayangan gylang..

“dimana aku?.. dimana semua orang?...” ucap gylang sambil melontarkan pertannyaan itu pada dirinya sendiri.

Gylang berlari dan terus berlari mencari jalan keluar dari tempat hampa yang tidak ada mahluk hidup sedikitpun.

“ apa aku ini sudah mati?... “ Tanya nya lagi…

Lalu terdengar suara tangisan yang sudah tidak asing lagi di telinga gylang..

“ aku mohon sobat, aku mohon bertahanlah” terdengar suara seperti itu, Gylang berusaha mencari siapa yang berbicara dengan sedikit di iringi tangisan itu..

Tiba tiba, “ Prana!... AHHHH” teriaknya seakan kepalanya merasa sakit, perlahan pandangannya mulai mengabur dan Gylang pingsan di tempat hampa itu…

“ prana aku mohon jangan menangis seperti itu, kau jadi terlihat bodoh“ ucap Gylang yang tiba tiba sadar..

“ Gylang, akhirnya kawan kamu sadar juga “ ucap asep pada Gylang sambil memeluknya..

“ thanks sobat kalian sudah menjagaku, tapi kenapa aku bisa ada di rumah sakit ya? “ Tanya Gylang

“ kamu tadi pagi tertabrak oleh sebuah mobil” jelas prana kepada gylang

“ bagaimana keadaannya?” Tanya seorang dokter kepada prana yang tiba tiba masuk kedalam ruangan itu bersama rani..

“ aku rasa aku sudah baik, tapi aku masih merasa sedikit pusing di kepalaku.” Jelas Gylang..

“ kalau begitu saya akan membawamu untuk diperiksa keruang laboratorium, mari kita lihat apakah ada yang salah dengan ingatanmu..” ucap dokter itu..

“ tidak perlu dok “ akurasa aku sudah baikan “ kata Gylang

Kemudian dokter memeriksa luka dikepala Gylang “ sebaiknya anda beristirahat dulu disini selama 3 hari, setelah 3 hari anda baru boleh pulang.

“ kami akan menjagamu sobat “ ucap asep dan prana berbarengan

Sementara itu

Setelah dokter meninggalkan ruangan ibunda Gylang langsung memeluk Gylang dengan diiringi tangisan.. “ syukurlah kamu selamat “

“iya ibu, sudah jangan peluk peluk, aku malu nih…” ucap Gylang dengan wajah memerah

Mendengan perkataan anaknya ibunda Gylang langsung melepas pelukannya itu.

“ maaf nak, tadi saya tidak sengaja menabrak kamu “ ucap ayahnya yunda

“tidak apa apa kok, om, saya sudah sehat, meski kepala saya agak sedikit sakit “ jelas Gylang

“ Hai “ ucap Gylang kepada yunda, matanya menatap yunda dan wajahnya tersenyum indah kepadanya..

Bermenit menit menit kemudian didalam ruang rawat berkelas itu, terdapat 3 orang laki laki yang salah satunya terbaring di ranjang rumah sakit, dan 2 orang gadis cantik yang menunggunya juga sedangkan 2 orang dewasa lainnya pergi keluar ruangan sekedar untu bertanya tanya kepada dokter tentang keadaannya gylang

Hari yang tadinya terang kini sudah mencapai batasnya, mentari sepertinya sudah kelelahan, dan mulai tenggelam, meninggalkan jejak kehidupan dengan terpancarkannya bintang bintang.

“ kawan, sebaiknya kalian pulang, hari seudah semakin malam..” ucap Gylang dalam keadaan lemahnya

“ tidak sobat kami akan menjagamu.” Ucap asep

“ tidak asep, rani juga mungkin ingin pulang, coba bayangkan perasaannya sobat. Sudah malam kan, tidak baik wanita berjalan sendirian diluar rumah” Ucap Gylang sambil menatap asep kemudian melirik rani.

“ dia tidak sendirian, dan maafkan aku Gylang, aku terpaksa menyembunyikan tentang hubunganku dengan rani, aku sangat terpaksa, aku tahu kamu cinta dengan dia, bahkan dulu waktu kita masih junior disekolah kita, kamu rela tampil didepan panggung sebagai pasangan rani dalam acara peragaan busana, bahkan kamu rela mengorbankan harga dirimu didepan para Rival dan lawanmu, kamu bahkan rela menyerahkan apapun yang menjadi milikmu kepadanya, kamu rela menjaganya bahkan saat dia mengabaikanmu..” ucap asep mengucurkan airmatanya atas kesalahannya

“ tidak apa apa sobat, meski aku cinta dengan dia, tapi sekarang aku sudah menemukan seseorang yang yang akurasa cocok denganku “ ucap Gylang sambil tersenyum kepada asep

“ Gyl, maaf ya, aku terlalu egois, kamu juga tahu, kita dulu sempat bermusuhan Cuma gara gara aku yang egois, kamu selalu mencoba meminta maaf padaku bahkan dengan barnagai cara, kamu memang cuek, dan dingin banyak orang yang mencintaimu, tapi kamu bukan tipe ku, kamu ingat saat kamu dulu menuliskan sebuah surat dan menyelipkannya didalam buku milikku, didalam tulisan itu kamu berkata’’ | JIKA KITA TETAP SEPERTI INI, KAMU TETAP CUEK, AKU AKAN MEMANDANGMU SEBAGAI MUSUH PERTAMAKU, JIKA KAMU MEMINTA MAAF PADAKU SECARA LANGSUNG MUNGKIN AKU AKAN MEMAAFKANMU..

PILIHAN YANG AKU BERIKAN PADAMU

  1. KAMU MEMINTA MAAF PADAKU SECARA LANGSUNG
  2. KAMU MENYOBEK KERTAS INI SEBAGAI TANDA PERMUSUHAN
  3. KAMU SIMPAN KERTAS INI DENGAN KATA KATAMU DAN SIMPAN DIBAWAH MEJA.. “|

Kamu bahkan Rela menunggu jawaban atas kertas yang kamu kirimkan itu, dan aku baru tahu dari asep, kamu begitu senang atas jawabanku, bahkan setahuku kamu sampai tidak bisa tidur padahalkan aku Cuma menuliskan beberapa kata seperti ini.

“ | ya, siapaun kamu, mungkin aku bisa menebak siapa kamu, aku minta maaf, aku gak ma uterus cuek-cuekan mulu, emang gak bisa gitu buat di perbaiki lagi?..

Maaf atas sikap rani yang buruk, rani pengen memperbaiki semuanya, termasuk hubungan kita, maaf rani udah salah nilai kami !, maaf buat semuanya.

Pengen Baikan Lagi kayak Dulu. “ |

Aku tahu juga bahkan sampai saat ini kamu masih menyimpan kertas itu, bahkan kamu hapal akan kata katanya, tapi aku malah mengabaikanmu, aku berpacaran dengan sahabatmu, aku bahkan ciuman dengan sahabat yang sudah kamu kenal dari dulu, maaf maaf maaf.. “ ucap rani panjang lebar, atas penjelasaannya yang sedikit membuat Gylang terkejut, yunda yang baru mengetahui atas kebenaran perasaan Gylang terhadap rani merasa tersadar, “ Ternyata dia bersikap cuek terhadap semua orang adalah untuk menutupi kesedihannya, aku harus memberikan kebahagiaan terhadapnya aku berjanji “ ucap yunda dengan semangat 45nya diiringi kobaran api semangat yang membakar dirinya… ( ABAIKAN ITU = Penulis ).

“ rani, kamu tahu aku sudah memaafkanmu dari dulu, aku memang cinta sama kamu, tapi semua itu sudah tergantikan oleh yunda “ Ucap Gylang tersenyum kemudian melihat yunda yang masih bengong akan hayalannya.

“Bukannya kita akan pulang” ucap prana mengacaukan suasana.

“ Oke kami pulang dulu kawan, semoga cepat sembuh, besok kami akan kesini lagi ok” ucap prana sambil menyeret asep dan rani keluar ruangan.

“ aku, sebaiknya menginap disini saja, aku ingin merawat kakak, sampai sembuh total.” Ucap yunda tersadar dari lamunannya sambil menatap Gylang dengan penuh harap.

“ Hm, tidak apa apa, disini juga kana da ibuku, besok saja ya, kamu sekarang terlihat kelelahan, sebaiknya kamu pulang ya “ ucap Gylang sambil mencoba duduk dari posisi tidurnya.

Dengan tiba tiba yunda memeluknya dengan sangat lembut, dan hangat, Gylang begitu terkejut, hatinya degdegan dan wajahnya memerah padam “ baik kaka, semoga cepat sembuh, besok aku akan kesini lagi ya..” ucap yunda sambil melepaskan pelukannya.

Saat yunda akan hendak pergi meninggalkan Gylang, Gylang menarik tanganya kemudian mendekatkan wajahnya kepada yunda dan… dan…. Dan…. “HM, apa yang kalian lakukan?...” ucap ibunda Gylang dengan tiba tiba nya masuk kedalam ruangan “ hahaha, nggak “ ucap Gylang sambil mengusap kepalanya, begitu juga dengan yunda “ kalian terlihat bodoh dengan ekspresi seperti itu “ ucap ibunda Gylang..

“ Yunda ayo, kita pulang, mungkin ibumu sudah menunggu kita dirumah “ ucap ayah yunda masuk kedalam ruangan.

“ ayo.. “ ucap yunda menghapiri ayahnya, kemudian yunda berbalik menghadap Gylang dan sebelah matanya berkedip sambil tersenyum..

“ ada ada saja…” ucap Gylang melihat kelakuan yunda.

“ tante, kamu permisi dulu, besok kami akan kesini lagi ya..” ucap yunda pamit kepada ibunda Gylang.

“ nyonya kami permisi dulu. “ ucap ayah yunda

Kemudian kedua ayah dan anak itu pergi meninggalkan ruangan..

“ HMMMMMM, Apa yang barusaja kamu lakukan ? (T_T) “ ucap ibu Gylang dengan wajah datarnya..

“ Emh, apa ya?.... “ ucap Gylang pura pura bodoh lagi..

“ Hm, Jadi begitu ya.” Ucap ibunda Gylang menyadari sesuatu..

-----------------------------------------------------------------------------------

Spesial lebaran…. Foto yang saya janjikan tadi…

Secarik kertas yang Gylang simpan dari dulu dan berisi jawaban rani…..

Kata katanya sama persis dengan salahsatu scenario diatas…

20140730_15252720140730_152600

Gambar sebelah kiri adalah tulisan gylang dan sebelah kanan adalah tulisan rani…

Hot smile dalam dunia nyata?… sebenarnya seperti apakah hubungan gylang dan rani?… Patut dipertanyakan?… Ninja

----------------------------------------------------------------------------------

Seperti apakah kisah selanjutnya, dan seperti apakah hubungan gylang dan yunda selanjutnya bacalah kisah yang berjudul penyesalan karya gylang satria yudha, di chapter 6.

----------------------------------------------------------------------------------

Editan 1

Penyesalan Chapter 4

Hai, bertemu lagi dengan saya, Gylang Satria Yudha, di bulan suci ramadhan ini saya akhirnya mempercepat proses pembuatan novel yang gak jelas ini, thanks buat Yunda handayani dan Asep Permana, Kalian Membuat saya semakin bersemangat apalagi tentang komentar kalian yang terkesan gokil, ehm juga tidak lupa Prana Moch Maulana Sobat saya, Bro saya janji akan membuat you keren deh, tau gak teman teman, prana sempat berpesan agar dia tampil keren didalam cerita ini, hahaha ada ada aja ya.. … Thanks Juga Buat penggemar saya yang saya juga gak tahu siapa?… (^_^)
Oke Langsung Saja, Silahkan dibaca kisah yang Gak Jelas Ini, hehehe


CHAPTER KEEMPAT
Sepulang sekolah.
“Hm, kak anter aku ke perpustakaan yuk?...” minta yunda pada gylang.
“iya, ayo” ucap Gylang
Mereka berdua berjalan bersama menuju perpustakaan sedangkan asep dan prana.
“ huh, kita gak diajak.” Keluh prana.
“ yah, gak apa apa, ada untungnya juga kok bisa melihat anak baru itu dekat dengan Gylang.” Ucap asep sambil tersenyum
“ emangnya kenapa bro?” Tanya prana.
“ nggak, aku duluan ya..” lanjut asep sambil meninggalkan prana.
Ditempat parkir.
“ sudah lama nunggunya ya?..” Tanya asep pada seorang wanita.
“ nggak kok, baru aja aku disini.” Ucap wanita itu sambil tersenyum manis.
“ ayo, aku anter kamu pulang ya, sayang.” Lanjut asep..
“apa ternyata asep berpacaran dengan rani, aku harus memberitahu Gylang, tega banget dia, padahal dia juga tahu bahwa gylang itu suka sama rani.” Ucap prana dalam hatinya melihat kenyataan bahwa asep itu berpacaran dengan rani.

1 Jam Kemudian..
DUK DUK DUK terdengar langkah kaki seorang prana yang tengah berlari menyusuri lorong sekolah, seolah sedang mencari seseorang dengan sangat terburu buru…
BRAK… Prana Menambrak seseorang.
“ Aduuh, Pran apa yang kamu lakukan ?.... “ ucap Gylang mencoba berdiri dari tempat dia terjatuh sambil memengang kepalanya yang terbentur tubuh prana yang memang berotot itu…
“ anu, aku harus memberi tahu sesuatu…” ucap prana terengah engah karena kecapean…
“ Yasudah kita bicaranya sambil jalan aja, kebetulan yunda juga udah pulang duluan…” Ucap Gylang
Di tempat biasa gylang, prana dan asep nongkrong terlihat dua orang pemuda berpakaian sekolah sedang duduk sambil menikmati secangkir the hijau hangat….
“ hm, apa sih yang mau kamu bicarakan pran…?” Tanya Gylang.
“ begini ternyata asep itu berpacaran dengan rani….”ucap prana to the point…
“ aku sudah tahu… “ ucap Gylang sambil melhat kearah jendela..
“ HAAAH darimana kamu tahu.. “ Tanya prana
“ waktu beberapa hari yang lalu, aku melihat mereka berdua bermesraan di pantai… “ ucap Gylang sambil mengalihkan perhatiannya….
“ trus apa yang akan kamu lakukan” Tanya Prana…
“ emh aku gak tau?... “ jawabnya singkat…
“ oh ia pran aku harus pulang, tadi ibuku katanya pulang dari korea aku harus buru buru, Sampai jumpa…” lanjutnya berdiri dan pergi meninggalkan prana…
“ huh dasar, aku juga yang harus membayar minuman yang dia beli. “ ucap prana kesal sambil melihat kepergian Gylang.
Setelah prana membayar minuman yang Gylang dan dia pesan, dia segera beranjak pergi meninggalkan tempat itu, dengan memakai topi dan jaket kulitnya, dia berjalan santai langkah demi langkah dia injekan diatas trotoar sebuah pusat pertokoan untuk mencapai rumahnya yang memang tidak terlalu jauh dari sana,” andai aku punya mobil seperti mereka” ucap prana sambil membayangkan mobil Lamborghini Gylang dan Mobil Ferrari Asep..
Setibanya Gylang di rumah istananya…
“ dari mana saja kamu, main mulu… “ ucap ibunya sambil duduk seperti seorang ratu yang sedang menunggu pangerannya…
“ emh anu tadi aku habis dari tempat biasa…. “ jawab Gylang menghampiri ibunya…
“ oh ia besok ibu mau berangkat ke Australia mungkin selama 5 bulan, ibu mau mengerjakan proyek baru disana, kamu tolong jangan nakal ya, jika mau main kesana, telpon aja… “ ucap ibu Gylang…
“ huuh, seperti biasa “ keluh Gylang karena ibunya jarang ada dirumah sekalipun ada dirumah ibunya sibuk dengan pekerjaannya.
“ jangan mengeluh seperti itu, ini semua kan gara gara ayah kamu, yang bodoh itu, dia meninggalkan kita dan menikah lagi dengan orang lain, dia pergi saat kita sedang sengsara… dia pergi saat kamu berumur 6 bulan… jadi ibu kerja keras untuk membiayaimu… maaf… jika ibu jarang memerhatikanmu tapi ini semua untuk kamu juga… “ ucap ibunya Gylang dengan tampang sedih..
“ maaf bu aku terlalu egois… maaf “ ucap Gylang meneteskan airmatanya… lalu memeluk ibunya….
“ yasudah jangan nangis gitu dong, masa cowok nangis… “ ucap ibunya sambil tersenyum…

KEESOKAN HARINYA.
“ ibu pergi dulu ya, jaga dirimu baik baik… “ ucap ibu Gylang sambil melambaikan tangannya kepada anak muda dengan seragam sekolahnya….
“ baik bu, hati hati disana ya… “ teriak Gylang…
Gylang melihat jam tangannya…. “ ahh sial aku terlambat sekolah… “ segera ia berlari kedalam garasi mobilnya dan …. “ haaah kemana mobil kesayanganku… “ ucap Gylang terkejut melihat mobil Lamborghininya lenyap entah kemana?...
“ maaf tuan muda tapi nyonya tadi berpesan kepada saya agar mobil anda tidak dipakai oleh anda selama 4 bulan kedepan, karena waktu itu ibu anda melihat anda balapan sama asep, jadi inilah hukumannya… “ ucap kepala pembantu di rumahnya Gylang….
“ trus saya harus naik apa ke sekolah sekarang saya sudah telat….” Ucap Gylang terburu buru…
“ tuan muda bis amenggunakan motor saya, maaf meski sudah jadul… “ ucap kepala pembatu tadi sambil menunjukan jarinya kearah sepeda motor Vespa keluaran tahun 98….
“ OH TIDAK…” ucap Gylang mengusap ngusap matanya.. “ tapi gak apa apalah… “ segeralah Gylang memakai helm dan menaiki motor itu…
Sesampainya disekolah…..
“ aaaah sial gerbangnya sudah ditutup…. “ ucap Gylang dengan ekpresi kesalnya…
“ ahh kebetulan ada penjaga gerbang sekolah… “ ucap Gylang dengan lampu muncul dari kepalanya..
“ pak saya mohon pak, saya Cuma telat 40 menit… “ ucap Gylang memohon kepada penjaga gerbang sekolahnya agar mau membuka pagarnya….
“ maaf saya tidak bisa, sudah peraturan sekolah jika ada murid yang terlambat, saya dilarang memasukannya, meski murid itu adalah anda sendiri..” jelas penjaga gerbang sekolah..
“ yah, iyadeh pak gak apa apa.. “ Gylang pergi dengan wajah lunglai, seperti tidak punya niat untuk hidup.. “ baru kali ini aku terlambat “ ucapnya dalam hati..
Gylang dengan wajah yang sedikit muram, pergi dengan mengendarai sepeda motor tua itu, dan BRAK… dengan sangat keras sebuah mobil Mercedes Benz menabrak seorang Gylang satria Yudha…
“ oh tidak pak, saya menabrak anak muda.. “ ucap supir dalam mobil itu.
“ hei hei hei, tanggung jawab,” ucap beberapa warga dengan cepat menghampiri mobil itu, dan membawa Gylang dengan kepala bercucuran darah
“ baik pak, cepat masukan dia kedalam mobil kami, cepat.” Ucap seorang bapak bapak dengan berpakaian rapi dari dalam mobil..
Sesampainya dirumah sakit dengan bergegas para perawat mergotong royong membawa Gylang yang masih belum sadarkan diri dengan darah yang keluar dari kepalanya kedalam ruang UGD..
“ maaf pak saya gak melihat dengan jelas, maaf pak.” Ucap sopir mobil yang menabrak Gylang dengan wajah yang takut akan dipecat oleh majikannya..
“ tidak apa apa pak, saya juga salah seharusnya tadi saya tidak menyuruh bapak buru buru…”
30 menit kemudian..
Cklek… Pintu ruangan UGD terbuka..
“ bagaimana keadaannya dok?... ucap bapak pemilik mobil yang menabrak Gylang tadi..
“ keadaannya sangat parah, dia mengalami benturan yang keras pada kepalanya, dia kemungkinan tidak akan selamat..” jelas dokter itu. “ sebaiknya bapak menghubungi saudaranya yang lain, juga mungkin teman temannya…” lanjut dokter itu..
“ Baik dok.”
Dengan segera bapak itu menghubungi setiap nomer dalam handphone Gylang dari mulai teman dekat Gylang sampai keluargannya.. dan sampai kepada nomer ibunya Gylang…
“Halo, bisa bicara dengan ibu dari gylang satria yudha..?” Tanya seorang bapak bapak berumur sekitar 45 tahunan.
“ iya dengan saya sendiri “ ucap ibu Gylang.
“ begini bu, pertama tama saya minta maaf, baru saja saya menabrak Gylang satria Yudha anak ibu, saat ini dia sedang berada di rumah sakit, kondisinya sangat kritis, saya mohon maaf bu…” ucap bapak itu dengan rasa bersalahnya.
“APA, apa ini candaan?...” ucap ibunya Gylang kaget setengah mati..
“ saya serius bu, ini anda juga bias bicara dengan temannya..” ucap bapak itu sambil menyerahkan handphonennya ketangan prana.
“ halo tante, bapak tadi serius ini dengan saya prana.” Ucap prana mencoba berbicara dengan ibunya Gylang.
“ sekarang bagaimana keadaannya?” Tanya ibu Gylang kepada prana dengan raut muka sedih
“ keadaanya cukup kritis sebaiknya tante segera kesini..” ucap prana..
“ baik.. tolong jaga Gylang dulu ya.. “ ucap ibu Gylang dan langsung menutup teleponnya..
“pak sekarang putar balik, segera kebandara dan langsung pulang.. “ kata ibu Gylang kepada supir pribadinya.
“ tapi bu, kita baru saja sampai di Australia, dan jika kita meninggalkan para client, mungkin mereka akan menarik saham mereka dan perusahaan kita bias bangkrut…” ucap asistennya..
“ saya tidak peduli, cepat pak.. “ ucap ibunya dengan wajah serius sekaligus sedihnya..
“pran maaf aku telat, bagaimana keadaanya gylang…” ucap asep baru datang bersama dengan rani…
BUUUK prana memukul perut asep dengan sangat keras. “ sialan kau, menghianati temanmu sendiri..” ucap prana dengan raut muka marahnya kepada asep..
“sudah cukup sudah” ucap sopir pribadi bapak tadi segera menjauhkan prana dengan asep…
“maaf ini semua bukan salah asep..” ucap rani kepada prana “ ini semua salah aku… mohon maafkan asep…” mohon rani kepada prana..
“ minta maaflah pada Gylang yang sedang sekarat disana, HAH… “ teriak prana karena kesal kepada prilaku mereka
Beberapa menit setelah kejadian itu semuanya diam tidak bersuara, prana masih denga raut muka marahnya, asep seolah olah merasa bersalah, rani diam tak bersuara. Bapak dan sopir yang menabrak Gylang terus berdoa agar Gylang selamat…
“ AYAH kenapa ayah ada disini…?” ucap wanita cantik yang bernama yunda datang dengan membawa bunga…
“ tadi ayah menabrak seorang anak muda, kamu juga kenapa ada disini… ?’’ Tanya balik bapak tadi kepada yunda..
“emh aku meu melihat keadaan pacarku…” ucap yunda malu malu…
“ jadi dia pacarmu…”
“iya “
Terdengar perbincangan Antara yunda dan bapak itu yang ternyata ayahnya, prana,asep dan rani hanya terdiam..
“ jadi itu ayahnya yunda..” ucap prana dalam hati.. “ tapi bukannya yunda tinggal hanya bersama ibunya…” masih dalam hati prana berbicara..
“maaf jadi ternyata om ini adalah ayahnya yunda?...” Tanya asep
“ iya saya ayah kandungnya, tapi saya sedang ada tugas diluar negri, baru tadi pagi pulang, karena saya buru buru maka kejadian ini terjadi..” jelas ayahnya yunda..
Hampir satu jam kemudian…
“ maaf saya terlambat, bagaimana keadaanya Gylang…” Tanya ibunda Gylang kepada prana..
“ tante bisa langsung tanyakan ke dokter, didalam ada asep dan teman teman juga ada bapak yang menabrak Gylang..” jelas prana kepada ibunya gylang.
Dengan cepat ibunya segera melesat masuk kedalam ruang rawat.
“ dokter bagaimana keadaan anak saya?... “ langsung saja ibunda Gylang menayakan kepada dokter yang sedang memeriksa Gylang..
“ keadaanya sangat lemah terjadi benturan yang sangat keras pada kepalanya, jika keadaanya dalam 2 jam kedepan belum membaik maka kami akan melakukan operasi kepada dia, tapi kemunginan dia akan kehilangan semua ingatannya secara permanen…” jelas dokter.
“….” Ibunda Gylang hanya terdiam lemas seakan mau pingsan tetesan air matanya mulai mengalir, “ kenapa ini semua harus terjadi kepada kamu Gylang”.. Ucap ibunda gylang ditengah tangisannya, yunda juga merasa bersedih akan keadaan Gylang, asep dan rani merasa bersalah atas apa yang pernah dibuat mereka, “ sabar nyonya, sebaiknya kita doakan Gylang agar dia dapat segera sadar dan sehat seperti sedia kala.
Kemudian ibunda Gylang menghentikan tangisannya dan berusaaha tegar, atas apa yang terjadi dengan anak kandungnya.. ayah yunda kemudian membawa ibunda gylang pergi keluar ruangan, berharap ibunda Gylang bisa berhenti meratapi ketidak sadaran Gylang.

BERSAMBUNG
Seperti apakah kisah selanjutnya, dan apakah yang terjadi pada Gylang selanjutnya..

Penyesalan Chapter 3


Sebagian Pemeran Utama dalam Kisah Ini

hai, jumpa lagi dengan saya Gylang Satria Yudha, akhirnya di bulan Suci Ramadhan ini saya dapat menyelesaikan chapter ketiga ini, awal mulanya sih saya hampir kehilangan ide, dan hampir saja Cerita ini gagal total kayak cerita saya yang lain yang berjudul My Heart Is Yours dan Pilih Aku, beberapa hari yang lalu kepala saya terbentur sebuah pintu kamar saya, dan munculah sebuah ide, memang menurut saya lajur cerita ini makin gak jelas, dan terkesan acak acakan, hahaha Maaf ya, maklum saya masih pemula dan juga idenya didapat dari hasil sebuah pintu yang tertutup (Abaikan )..

Oke langsung saja ini dia Novel Chapter Ketiga yang berjudul penyesalan...
_________________________________________________________________________________

CHAPTER KETIGA
“ kakak, sebenernya aku itu suka sama kakak, kak itu udah ganteng, lucu, baik, meskipun kaka ini jarang tersenyum, tapi aku suka sama kakak.” Ucap yunda pada Gylang tiba tiba.
“ hah, aku, aku lucu “ ucap Gylang dalam hati, tidak pernah ada yang menyebutnya lucu.
“ kamu serius?”

“ iya kak, aku serius,bahkan dua rius.” Ucap yunda sambil menunjukan kedua jari tanganya berbentuk V.
“hm, sebenarnya belum pernah aku sedekat ini sama perempuan, bisa dibilang kamu wanita pertama yang baru aku kenal yang sedekat ini denganku, kamu itu lucu, imut dan perkataanmu itu selalu nyambung dengan perkataanku, kamu juga cantik…” ucap Gylang sambil menyandarkan tubuhnya di bawah pohon itu.
“iya kak, aku juga sama, baru kali ini aku dekat dengan laki laki, biasanya aku disebut anak aneh, aku jarang banget bergaul sama oranglain..”…”jadi maukah…” ucap yunda tetapi sebelum melanjutkan ucapannya…
CUUUP ..” Gylang mencium bibir yunda dengan lembut, wajah yunda langsung memerah, jantungnya serasa mau meledak, diapun membalas ciumannya itu dengan lembut pula…
Setelah beberapa lama, Gylang melepaskan ciumanya..” eh, maaf aku kelepasan “ ucap Gylang sambil malu malu kucing..
“ emh anu, ternyata seperti itu rasanya ciuman?... ucap yunda menyentuh bibir imutnya…
“hah jadi tadi itu, ciuman pertamamu..?” ucap Gylang sedikit terkejut…
“ iya..” jawab yunda dengan wajahnya yang sedikit memerah..

Ditempat lain….
“ mantap, aku dapat fotonya, hahahahaha, memang hebat….” Ucap seseorang dibalik pohon dengan sedikit tertawa penuh kemenangan…

Sementara itu.
“ emh, sudah sore, sebaiknya kita pulang, ayo..” ucap Gylang berdiri sambil menyodorkan tangganya kepada yunda
“ ayo” ucap yunda dengan senyum manisnya sambil menerima tangan gylang
Mereka berjalan menuruni bukit dengan bergandengan tangan, gylangpun seolah olah telah melupakan kejadian yang telah dilaluinya kemarin, dia merasa senang, bahkan dia belum pernah merasa sesenang itu selama hidupnya.. mereka pulang bersama sepanjang perjalanan mereka tidak saling berbicara karena mereka malu malu, didalam mobil Gylang mereka saling berdiam tanpa ada yang berbicara.. {maklum Baru Jadian hahahaha penulis ikut serta…}
Sesampainya disebuah rumah yang sederhana..
“jadi ini rumah kamu?... “ Tanya Gylang pada yunda..
“ iya kakak, mau mampir dulu? Disini Cuma ada ibuku aja kok..” ucap yunda pada Gylang.
“ hm, nggak ah lain kali aja, soalnya udah malem, pasti aku ada yang nyari…” ucap Gylang sambil menatap jam tangganya..
“ iya gak apa apa”… ucap yunda
“ hm besok boleh gak aku ngejemput kamu, kita berangkat bareng kesekolah?... “ ajak Gylang..
“ emh gak usah kak, besok aku mau di anter ibuku..” jawab yunda.
“ oh iya “
CUUUUP Gylang dengan tiba tiba mencium yunda lagi, wajah yunda memerah lagi dia tersipu malu…
“ hehe, sampai jumpa besok ya” ucap Gylang setelahnya…
Gylang langsung berangkat lagi, sedangkan erni, dia hanya diam terpaku disana, dia merasa bahagia, setelah tersadar dengan lamunannya, dia masuk kedalam rumahnya…
“ hm, keren juga ya pacar kamu, udah ganteng, keren dan mobilnya juga bukan mobil murah…” ucap ibu yunda dibalik pintu…
“ ihh ibu, mau tau aja..” ucap yunda berlari kedalam kamarnya,karena malu…
“ dasar anak muda, jelas jelas aku barusan melihatnya mereka berciuman…” ucap ibunya sambil menggelengkan kepalanya…

Malam itu baik gylang maupun yunda, mereka tidak bisa tidur , mereka terpikirkan satu sama lain.. mereka merasa bahagia, jantung mereka deg degan…

Pagipun tiba, gylang bangun kesiangan…
“ ahhh sial aku kesiangan” ucapnya, dia dengan cepat mempersiapkan dirinya agar tidak terlambat kesekolah….
Segera dia berlari ke garasi mobilnya, menaiki mobil kerennya dan segera berangkat…
“ ah 10 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup…” ucapnya didalam mobil sambil melihat jam tangannya.
Sesampainya di gerbang sekolah.
“ huh, untung aku tidak terlambat…” ucapnya sambil memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang telah disediakan…
TENG TENG TENG TENG
“ Tepat waktu…” lanjutnya setelah mendengar bell sekolah berbunyi, dia langsung berlari menuju kelasnya…
Didalam kelas.
“ hei kawan kenapa kamu hari ini terlambat?....” tanya prana…
“yah aku kesiangan” jawabnya
Beberapa menit mereka berdua ngobrol sampai wali kelaspun tiba…
“ anak anak hari ini kita kedatangan murid baru, ayo…” ucapnya sambil menyuruh seseorang murid masuk..
“ hai perkenalkan nama saya yunda, saya pindahan dari bandung, salam kenal dan mohon bimbingan semuanya ya..” ucap wanita yang yang dikenal bernama yunda sambil tersenyum manis…
“ hm diakan harusnya berada dikelas 2E” ucap Gylang terkejut…
“ hehe, terkejutya?... ucap prana dari belakang Gylang…
“hm apa?” ucap Gylang sambil membalikan badannya.
“ yasudah yunda, kamu sekarang boleh duduk, kamu boleh duduk disebelah orang itu..” ucap wali kelas sambil menunjukan tanganya pada seorang pemuda yang menghadap kebelakang..
“ ini “ ucap prana sambil menunjukan Sesuatu yang membuat yang membuat Gylang semakin terkejut… “ tidak menyangka ternyata the Cool Prince bisa seperti ini…” ucap prana menggelengkan kepalanya…
“da..dari mana kamu dapat foto ini…” Tanya Gylang….
“ hei kalian berdua kenapa ngobrol mulu…” ucap wali kelas kepada mereka berdua… mereka langsung diam tak bersuara.. gylangpun membalikan tubuhnya menghadap kedepan..
“ nah kamu duduk disebelah dia, nama dia Gylang satria Yudha..” ucap wali kelas mempersilahkan yunda duduk..
“ ya, anak anak sekarang kita pelajaran matematika ya…” lanjutnya sambil berjalan menuju papan tulis dan menuliskan beberapa soal..
10 menit kemudian, “yang bisa mengerjakan soal ini saya akan kasih nilai 10..” ucap bapak anki selaku guru dan wali kelas disana..
“ahh pak, itu soal yang tidak bisa kami kerjakan..” ucap beberapa muridnya dengan kecewa.
Tiba tiba yunda berdiri dan melangkah kedepan kelas, menuliskan sesuatu..
“ hm, bagus bagus.. kamu boleh duduk lagi..” ucap pak anki nopia ananta sambil menuliskan nilai yunda dalam buku nilai..
“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh” ucap hampir setiap murid dikelas itu sambil bertepuk tangan..
“ hebat, kamu ternyata pintar juga…” ucap Gylang sedikit berbisik kepada yunda…
“ emh nggak kok kak, tadi hanya kebetulan” ucapnya
Jam pelajaran pun berlangsung sampai istirahatpun tiba….
“ hei teman, aku duluan…” ucap prana pada Gylang…
“ ya, aku juga duluan…” ucap asep juga.
“ iya silahkan…” jawab Gylang kepada mereka…
 Semua murid didalam kelas itu istirahat, ada yang menghabiskan waktu istirahat di kantin, ada yang di perpus, ada juga yang di lab, seisi kelas itu menjadi kosong, hanya ada sepasang kekasih yang tengah berdiam tanpa ada suara mereka berdua malu malu kucing….
Sampai sampai..
“ emh, bukanya kamu tadinya ditempatkan di kelas 2E” Tanya Gylang..
“ iya sih tadinya aku ditempatkan di kelas 2E,tetapi kepala sekolah menempatkanku ulang dan akhirnya aku sekelas dengan kakak..” ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di pundak Gylang..
Gylang begitu deg degan, jantungnya seakan akan mau copot… { maklum Cinta pertama}
Mereka terdiam kembali dengan posisi seperti itu,.
“ aku cinta kamu, maukah kamu jadi pacar aku?...” ucap Gylang tiba tiba…
“ bukannya kita udah jadian kak?...” Tanya yunda
“ kemarin kan gak resmi…hehehe..” ucap Gylang tersenyum.
“ hm, jawabannya…” CUUUP , yunda mencium Gylang “ ya aku mau…” lanjut yunda..
Gylang terkejut sekaligus bahagia, dia bahkan tidak bisa berkata apa apa….
“ emh, makasih, eh kita keliling sekolah ini aja yuk, mumpung waktu istirahat masih lama…” ajak Gylang
“ ya, ayo..” ucap yunda bersemangat.
Mereka lalu keliling sekolah, Gylang memperkenalkan setiap ruang, guru dan sahabat terdekatnya kepada yunda…
Seperti apakah kisah selanjutnya.. tetap baca novel dari Gylang satria Yudha yang memang agak gak jelas ini heheh .. Rilis 2 Minggu sekali..

 
 Prana-Asep-Gylang
 

Penyesalan Chapter 2

Akhirnya chapter kedua rilis juga, maaf jika di capter ini cerita terkesan garing dan gak menarik, maklum saya baru belajar membuat sebuah cerita, dan maaf juga ya chapter ini agak telat karena masalah sekolah, kemarin Ulangan akhir semester dan dilanjutkan sama kenaikan kelas dan sebaginya...
oke langsung saja..
Para pemeran dalam cerita ini...

CHAPTER KEDUA
Disebuah kamar yang terkesan mewah, terdapat televisi 80 inch dengan dukungan 3D, computer alienware, Laptop Alienware, AC, tempat tidur yang empuk, gitar, dan beberapa koleksi majalah, buku, komik, terdapat seorang pria, sedang berfikir di tempat tidurnya…
“ apa yang aku lihat tadi itu bukan mimpi.?” Seseorang itu yang dikenal bernama Gylang itu mencoba meyakinkan dirinya bahwa apa yang tadi dilihatnya dipantai bukan sebuah mimpi, “ kenapa pula asep menghianatiku, diakan juga tahu bahwa aku ini suka sama rani, kenapa, kenapa? “ ucap Gylang dalam hati..
 Tiba tiba Gylang teringat sesuatu yang diberikan erni padanya tadi siang, dengan lekas dia langsung mencari secarik kertas yang diberikan erni. “ akhirnya ketemu juga, apa sih isinya, dia bilang nanti hubungi aku lagi. “ ucap Gylang pada dirinya sendiri.
Dengan segera Gylang membuka kertas itu, didalam kertas itu tertulis, (hubung aku) dan sebuah nomer telpon, dengan cepat Gylang mengambil handphonenya dan kemudian menelpone seseorang.

“ hallo, erni “ ucap Gylang.
“ iya, ini siapa ya?” Tanya erni.
“ ini aku, Gylang, tadi katanya kamu menuruhku menghubungi kamu.” Jawab Gylang To the Point.
“ iya, sebenarnya gini, ada sesuatu yang rani rahasiakan dari kamu..” ucap erni
“aku tahu, sebenarnya dia itu berpacaran dengan asep kan?” kata Gylang meneruskan omongan erni, “ aku melihat mereka berduaan, bahkan aku melihat mereka berciuman, tadi siang di pantai, aku rasanya mau hancur, kenapa asep merahasiakan hubungan mereka..” ucap Gylang kecewa dengan perlakuan asep kepadanya.
“ iya, tapi jangan sampai persahabatan kalian hancur, Cuma gara gara rani, setahuku jika sampai ibumu tahu kalau kamu menderita oleh asep, maka dia akan menendang perusahaan milik asep, kasihan juga kan.. sebaiknya kamu rahasiakan apa yang kamu lihat tadi dan bersikaplah seperti biasa, dan jangan cengeng.!” Ucap erni tegas pada Gylang..
erni juga adalah seorang sahabat Gylang sejak mereka kecil, dulu bahkan erni sering main kerumah Gylang, bahkan ibunya Gylang sudah menganggap erni sebagai anaknya sendiri..
“ iya terimakasih atas sarannya, kita lihat gmana besok saja.” Ucap Gylang sambil menutup teleponnya.
“ huh dasar, gak pamit dulu… “ ucap erni jengkel..

Perlahan air mata Gylang menetes kembali teringatkan kejadian yang dia lihat tadi siang, hatinya begitu sakit, ingin sekali dia berlari keluar mencari dan memukul asep karena dia menghianatinya, dia berbohong kepadanya. Tapi apa daya dia ingin persahabatanya tetap terjaga…
Sambil mendengarkan music yang bernuansa galau, dia mengahayati setiap lirik dari music tersebut, tetes demi tetes air matanya mengalir, mencoba menahan kepedihan dalam hati, tetapi dia tidak bisa menahan kepedihan itu..
Sampai akhirnya dia tertidur..


KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
Alarm jam berbunyi
Seseorang pria dengan mata yang menghitam karena semalaman dia menangis bangun dari tidurnya… dia lalu bangun dan bergegas mandi, karena ini hari libur, kali ini dia akan jalan jalan untuk menghilangkan stressnya..

Sesudah mandi, sarapan, dan dia bergegas menuju garasi mobilnya…
“pak, saya mau jalan jalan ya, kali ini saya bawa mobil sendiri.” Ucap Gylang pada sopir pribadinya.
“ baik tuan muda hati hati” jawab sopir pribadinya tersebut.

“ hm, pilih yang mana ya?...” ucap Gylang sambil menunjuk beberapa mobilnya.
“ Ferrari cepat, Lamborghini Keren, BMW mewah, yang mana ya?” ucapnya bingung memilih mobil mobil mahal itu..
“ akh, mendingan yang ini aja.” Ucap Gylang langsung menaiki mobil Lamborghini seharga 3 milyar..
BRUM BRUM suara khas mobil sport yang mantap jika dibawa lari tersebut menghiasi garasi yang sunyi.
Segeralah ia berangkat…
“hm jalan jalan kemana ya” kata Gylang berfikir arah tujuannya.
“ taman saja deh.” Lanjuntnya.
 Dia melesat pergi menuju sebuah taman..
30 menit kemudian setelah sampai disebuah taman yang indah, dia memarkir mobilnya, dan mencari suasana yang indah, dia berjalan menuju keatas bukit, yang memang hanya dilewati dengan cara berjalan kaki..
“ kakak, kakak.” Ucap seseorang kepada Gylang.
“ oh kamu, apa kabar?” Tanya Gylang kepada gadis yang bertemu dengannya di pantai kemarin.
“ baik kak, kakak sendiri” Tanya kembali gadis itu.
“ hm, baik juga, kamu kesini sama siapa? Kata Gylang.
“ sendiri aja kak, soalnya aku gak kenal siapapun di sini, aku kan baru pindah.” Ucap gadis itu
Setelah dilihat baik baik oleh Gylang, ternyata gadis itu cantik juga… “ hm, ngomong ngomong nama kamu siapa ya? Tanya gylang
“ namaku yunda, kak boleh aku ikut kakak jalan jalan..” ucap gadis itu berharap.
“ emh, baiklah “ ucap Gylang menyetujui.

Berjam jam mereka lalui dengan bersama sama, tanpa sadar hari sudah semakin siang bahkan sudah mencapai sore, mereka mengobrol, curhat, sharing dan lain lain, setiap omongan Gylang yang terkesan garing, menjadi sangat nyambung dengan yunda, mereka duduk disebuah pohon yang rindang tersinari cahaya mentari sore, setiap orang yang melihat mereka menyangka mereka itu berpacaran.
“ kakak, sebenernya aku itu suka sama kakak, kak itu udah ganteng, lucu, baik, meskipun kaka ini jarang tersenyum, tapi aku suka sama kakak.” Ucap yunda pada Gylang tiba tiba.
“ hah, aku, aku lucu “ ucap Gylang dalam hati, tidak pernah ada yang menyebutnya lucu.
“ kamu serius?”


_____________________________________________________________________________bagaimanakah kisah selanjutnya, dan bagaimanakah perasaan Gylang kepada yunda selanjutnya?...