What's New
Loading....

Penyesalan Chapter 6

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Yang Ke 69, di hari kemerdekaan ini tepatnya tanggal 17 Agustus 2014 saya akan mengupdate cerita ini..

69 tahun indonesia merdeka, 69 tahun juga kita bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan ini, jadi kita sebagai anak muda generasi baru harus mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan ini, baik dari segi ekonomi, pertahanan, dan seni budayanya..

Berbicara tentang kesenian budaya Indonesia ini, saya rasa sangat banyak budaya yang hamper hilang, baik dari segi Bahasa, dan sebagainya, banyak sekali budaya asing yang campur aduk dalam budaya kita, dan menjadikan anak muda jaman sekarang kehilangan apa yang seharusnya mereka jaga, tapi disini saya sebagai anak Indonesia, mengingatkan kepada pembaca agar melestarikan kebudayaan kita, dan jangan sampai direbut bangsa lain..

----

Tidak lupa Pembaca setia yang rela membaca cerita ini , saya berterima kasih bagi pembaca setia akan kedatangan anda dalam website saya, juga dengan para fans saya yang saya tidak tahu siapa?... (Abaikan) T_T

Maaf ya dikali ini ceritanya agak kurang menarik tapi mantap jika dijadikan film, mungkin.. hahaha oh iya thanks jga buat teman teman dari SMK BINA ANAK BANGSA yang rela namanya saya masukan dalam cerita ini, thanks buat sahabat saya Asep permana dan Prana M Maulana yang rela menjadi pemeran utama dalam cerita ini, thanks juga buat Eri Setiawan yang rela membagikan cerita saya kepada teman temannya, tidak lupa ibu saya yang tercinta yang mendukung akan pembuatan cerita ini.. hahaha

Oke

CHAPTER KEENAM

pantaiOTW BKD (3)Editan 1

Disebuah rumah yang mewah dengan puluhan aksesoris yang bernilai tinggi, terdapat seorang anak muda dengan rambut agak panjang, dan baju kemeja yang lengannya dilipat sampai siku, sedang menulis sesuatu dalam buku yang sedang digenggamnya.

“ ahhh harus apa lagi yang aku tulis?.. “ ucap pria itu sambil memegang dagunya sebagai tanda dia sedang berfikir..

“ jangan terlalu banyak berfikir nanti kamu..” ucap salah seorang wanita berumur 45 tahunan..

“ ya ibu aku tahu.” Ucap pria itu membalikan badannya kepada wanita yang ternyata ibunya itu..

“sudah 4 bulan sejak kamu keluar dari rumah sakit tapi kamu tidak pernah menyentuh dunia luar lagi selain sekolah?..” ucap ibunya itu sambil memengan pundak pria itu..

“ aku hanya tidak ingin dunia mengenalku lagi ibu, ibu juga tahu kan apa yang dikatakan dokter 4 bulan yang lalu, tepatnya setelah yunda pergi meninggalkan ruangan, apa ibu masih ingat?..” kata pemuda itu dengan wajah yang serius tetapi sedikit menyimpan perasaan sedihnya.

Flashback…

“ nyonya kami permisi dulu. “ ucap ayah yunda

Kemudian kedua ayah dan anak itu pergi meninggalkan ruangan..

“ HMMMMMM, Apa yang barusaja kamu lakukan ? (T_T) “ ucap ibu Gylang dengan wajah datarnya..

“ Emh, apa ya?.... “ ucap Gylang pura pura bodoh lagi..

“ Hm, Jadi begitu ya.” Ucap ibunda Gylang menyadari sesuatu..

“hahaha begitu apanya ibu, dia itu pacarku.. dia cantik kan?.. “ jelas Gylang kepada ibunya.

“ Hm, kamu masih muda udah pacaran..” ucap ibunda Gylang sambil memegang pundak anaknya

Gylang hanya tersenyum kecil mendengar ucapan ibunya itu.

“ aku harap aku dapat segera keluar dari rumah sakit dan segera pulih. “ ucap Gylang dalam hati

Beberapa menit ibu dan anak itu berbincang tentang kehidupan mereka dan tentang teman teman Gylang termasuk yunda, akan tetapi meski ibu Gylang sudah tahu akan hubungan Gylang dengan yunda apakah dia akan…

Cklek pintu ruangan terbuka, dan terlihat seorang dokter masuk kedalam ruangan tersebut..

“ nyonya saya harus memberitahu sesuatu tentang keadaan anak nyonya.” Ucap dokter itu.

“ memang kenepa dengan anakku?...” Tanya ibunda Gylang

“ lebih baik kita berbicara diluar saja nyonya.” Ajak dokter itu kepada ibunda Gylang, dan kemudian mereka berdua pergi dari ruangan dan meninggalkan Gylang sendiri dalam ruangan yang sepi

Didalam ruangan dokter itu.

“ nyonya maaf tetapi anak ibu mengalami kerusakan yang sangat parah pada jantungnya, kami menemukan sebuah keganjilan pada jantung anak ibu, sepertinya akibat benturan yang sangat keras jantung anak ibu mengalami pendarahan, dan sangat disanyangkan lagi..” ucap dokter itu menghentikan ucapannya

“ apanya yang harus disayangkan?.. “ ucap ibunda Gylang dengan hati yang tidak karuan atas ucapan dokter itu..

“ sangat disayangkan kami tidak dapat mengobati anak ibu. Ucap dokter di akhir kalimat nya.

“APA, jangan bercanda dokter anak saya baik baik saja, apa dokter buta, dokter juga melihat dia tidak apa apa?.. “ ucap ibunda Gylang dengan perasaanya yang masih belum jelas dan terkesan sedikit marah pada dokter itu.

“ saya tidak bercanda nyonya, memang untuk 5 sampai 6 bulan kedepan anak ibu akan baik baik saja, tetapi saat menginjak 7 bulan maka anak ibu akan...” ucap dokter itu terhenti bagian akhir kalimatnya

“ MATI..” ucap Gylang yang entah sejak kapan berada di balik pintu tanpa dokter dan ibunya ketahui..

“ anak ibu akan meninggal dunia.. “ jelas dokter menyelesaikan kalimatnya

“ aaapa apa ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya?.. “ ucap ibunda Gylang dengan sangat gelisah.

“ mungkin dengan tidak membuatnya kelelahan akan memperpanjang umurnya..” ucap dokter itu.. ibunda Gylang mulai meneteskan airmatanya, menangis meratapi kesedihannya

“ mengapa harus anakku satu satunya yang harus mengalami penderitaan ini, kenapa tidak aku saja..” ucap ibunda Gylang ditengah tangisannya

“ apa ada cara lain dok “ lanjut ibunda Gylang

“ ada tapi dimana ada kehidupan maka akan ada kematian disampingnya..” kata dokter itu kepada ibunda Gylang..

“ apa maksudnya dimana ada kehidupan maka aka nada kematian disampingnya?..” Tanya ibunda Gylang dengan wajah yang sedih dengan airmata yang masih mengalir..

“ maksud saya adalah anak ibu membutuhkan donor jantung dari golongan darah yang sama, akan tetapi sangat susah sekali mendapatkan orang yang rela mendonorkan jantungnya sendiri karena itu itu berarti kematian bagi pendonornya sendiri..” jelas dokter itu kepada ibunda Gylang.

“ apakah tidak bisa mendonoran jantungku sebagai ganti akan nyawa anaku dok?..” ucap ibu Gylang masih dengan ekspresi khawatir

“ Gylang mempunyai golongan darah B sedangkan nyonya mempunyai golongan darah A jadi sangat mustahil untuk dapat mendonorkan jantung ibu kepada Gylang” jelas dokter lagi kepada ibunda Gylang.

“ tidak perlu mengorbankan nyawa seseorang untuk menyelamatkan nyawaku ibu, setidaknya aku masih dapat hidup beberapa bulan kedepan..” ucap Gylang yang tiba tiba masuk kedalam ruangan

“ Gylang, maafkan ibu nak, ibu tidak bisa menyelamatkanmu, di usiamu yang masih sangat muda, dan bahkan belum terlalu banyak mengenal dunia kamu.. kamu sudah mendapatkan vonis mati…” ucap ibunda Gylang memeluk Gylang dengan airmata yang mengalir dengan derasnya.. dengan perlahan Gylang menerima pelukan ibunya dan tanpa sadar tetes demi tetes airmata Gylang mengalir..

“ maaf ibu, aku tidak bisa memberikan yang terbaik, maafkan aku atas segalanya..” ucap Gylang kepada ibunya yang masih dalam pelukannya..

“ nyonya saya akan berusaha mencari pendonor yang mungkin dapat menyelamatkan Gylang, saya berjanji.. “ ucap dokter itu yang tanpa sadar ternyata ikut bersedih akan keadaan Gylang.

End Of Flashback

“ Gylang, kenapa harus kamu, kenapa tidak ibu saja yang menanggung beban ini..” ucap ibunda Gylang

“ tidak perlu ibu, karena ini kan takdir, maka takdir tidak dapat diubah tanpa ada keajaibankan?..” ucap Gylang tersenyum kepada ibunya agar tidak membuat ibunya sedih kembali..

“ oh iya, bagaimana hubunganmu dan teman temanmu, di sekolah.. “ Tanya ibunya Gylang

“ mereka belum mengetahui apa apa tentangku, dan aku akan berusaha menjauhi mereka, aku tidak ingin mereka bersedih akan keadaanku yang tinggal menunggu hari, di sekolah juga aku masih menjadi anak yang pintar dan terkenal kok, jadi ibu tenang aja ya..” ucap Gylang dengan senyumannya kepada ibunya..

“ bagaimana dengan yunda?.., diakan pacarmu apakah tidak baik jika kamu berbohong padanya.” Ucap ibunya Gylang.

“ ya sudah ibu aku mau istirahat dulu..” ucap Gylang segera berdiri dan pergi menuju kamarnya..

“ aku rasa ada yang salah dengan dia..” ucap ibunya gylangsambil melihat kepergian Gylang..

Sudah hampir 4 bulan ibunda Gylang tidak datang keperusahaannya, dengan niat untuk merawat Gylang, perusahaannya sekarang di pegang alih oleh adik ibunya Gylang yang bernama yeni setiasih, dan konon katanya perusahaan itu sedang mencapai puncak kejayaannya saat dipegang oleh adiknya..

----------

23 hari kemudian didalam sekolah tepatnya didalam ruangan kelas yang sunyi sepi hanya terduduk 1 pasang muda mudi, seorang gadis cantik yang sedang tersandar di pundak pacarnya yang bernama Gylang satria Yudha, sedangkan Gylang sendiri sedang menulis sesuatu dalam buku yang akhir akhir ini selalu dibawanya kemanapun dia pergi.

“ Gylang sebenarnya apa sih yang kamu tulis, kenapa setiap hari kamu diam terus sih?.. “ Tanya gadis yang bernama yunda itu..

“ aku hanya menulis sesuatu tentang diriku.” Ucap Gylang

“ Boleh aku lihat?..” Tanya yunda sambil mencoba meerebut buku itu, dari tangan Gylang..

“ hei, jangan..” cegah Gylang

Akan tetapi yunda tidak mendengarkan karena dia sangat penasaran akan isi dari buku itu?.

“ kejar aku kalo bisa, hehe” ucap yunda kemudian berlari keluar dari dalam kelas, sambil membawa buku itu..

“ ahh sial gawat, jangan sampai dia membacanya.” Ucap Gylang kemudian mencoba mengejar Gylang.

Yunda berlari bagaikan anak kecil yang sedang main kejar kejaran, dan Gylang yang khawatir buku itu akan dibacanya. Jika dilihat lihat mereka berdua terlihat seperti pasangan yang gokil dan aneh..

“ pran, mereka seperti anak kecil ya?.. “ Ucap Dasep yang memperhatikan Gylang dan Yunda bersama Prana.

“ iya, benar katamu.. “Ucap prana

Dasep adalah seorang sahabat prana dan sudah satu kelas bersama sejak kelas 1 SD, dan akhir akhir ini, Persahabatan Prana, Asep, dan Gylang terlihat sedang berantakan, karena permasalahan Asep dan Gylang, sedangkan prana menjadi pihak penengah agar jangan sampai mereka berdua saling merugikan pihak masing masing, dan disaat perselisihan Antara Asep dan Gylang prana meminta bantuan dari dasep sahabatnya sejak kecil untuk membantu prana mendinginkan suasana Antara asep dan Gylang..

“ Oh iya pran, bagaimana status hubungan Antara Asep dan rani..” Ucap Dasep.

“ setahuku mereka masih berpacaran..” Jawab prana

“ iya, apa kita harus memisahkan mereka?... “ ucap dasep diiringi seringai kejahatannya..

“ JAngan, Kamu ini, tugas kita membuat perdamaian bukan permusuhan.. “ cegah prana, setengah berteriak sehingga membuat sebagian murid melihat mereka..

“ Tuh kan, kita jadi pusat perhatian… “ Ucap dasep..

“ Itukan salah kamu juga… “ ucap prana

“ Yasudah aku mau menghampiri Gylang dulu, kamu terus awasi asep.. “ ucap prana kepada dasep..

“ SIAP.. “ Lanjut dasep dengan tingkahnya yang aneh…

Dilain tempat

“ yunda tolong hentikan, kembalikan buku itu yunda..” ucap Gylang terhenti dari aktivitas larinya.

DEGGG “ ahhh “ Gylang berteriak kesakitan sambil memegang dadanya..

“ Gylang kenapa kamu?.. “ ucap prana yang segera berlari menghampiri Gylang..

“ dadaku sakit sekali, aaahhh, aku tidak tahan.. “ ucap Gylang yang sepertinya sangat kesakitan,.

Cepat telpon ambulance, ucap seorang guru yang berdiri mencoba menolong Gylang.

Dengan segera asep yang melihat Gylang kesakitan segera memanggil ambulance.

Beberapa menit kemudian ambulance datang dan membawa Gylang yang ditemani oleh guru tadi dan prana menuju rumah sakit.

“ apa yang terjadi dengan dia?.. “ ucap yunda sambil melihat kepergian Gylang dengan ambulance sambil masih memegang buku tadi.

“ asep apakah kamu tahu dia kenapa?.. “ ucap rani kepada asep.

“entahlah tapi aku akan mencari tahu..” ucap asep..

Asep kemudian pergi meninggalkan rani dan berlari menuju mobil lamborgini nya di parkir dan segera pergi kerumah gylang untuk menemui ibunya.

BRUUUM BRUMM mobil asep melesat selama perjalanannya ke kediaman Gylang yang sangat mewah.

170 KM perjam kecepatan telah ditempuh asep selama perjalanan, dan terus bertambah, dijalanan yang memang agak sedikit ramai asep nekat melewati batas kecepatan yang sangat jarang ditempuhnya..

Setelah sampai di kediaman gylang

Tok tok tok

“ tolong siapa saja buka pintu “ ucap asep mengetuk pintu rumah Gylang.

Kemudian seseorang membukakan pintu..

“ asep silahkan masuk..” ucap ibunda Gylang

“ tidak tante sekarang Gylang berasa dirumah sakit, saya harap tante dapat segera berangkat kesana?..

“ apa?.. kalo begitu ayo berangkat..” ucap ibunda Gylang

Kemudian asep beserta ibunda Gylang berangkat menju rumah sakit… dalam keheningan tiada pembicaraan yang dilakukan baik oleh ibu gylang ataupun asep.

“ aku harus menanyakan sesuatu mungkin tante yulia tahu sesuatu tentang Gylang. “ ucap asep dalam hati.

Di sekolah yunda dan rani duduk berdua, mereka bertanya Tanya apa sebenarnya yang terjadi kepada Gylang.

“ yunda, apa yang kamu pegang itu..?” tanya rani..

“ oh ini buku Gylang, dia entah menulis apa dalam buku ini tadi aku merebutnya..” ucap yunda

“ Bagaimana jika kita baca saja mungkin didalamnya berisi beberapa petunjuk..” ucap rani

“ emh bagaimana ya?.. Tapi Gylang melarangku untuk membaca buku ini..” ucap yunda pada rani

“ tapi aku juga sedikit penasaran sih “ lanjut yunda

Dengan perlahan yunda membuka buku itu, Sedangkan rani sepertinya tidak tertarik untuk membaca buku itu.. dia hanya diam disebelah yunda sambil memaikan handphonenya, dengan hati degdegan, perasaan yang tidak karuan, yunda dengan perlahan membaca coret demi coret tulisan dalam buku itu..

“ APA, jadi dia selama ini hanya menunggu kematiannya saja, dan sepertinya aku, aku saat ini mempercepat kematiannya.. “ ucap yunda dalam hati, tetes demi tetes tangisannya mengalir membasahi buku itu..

“ aku, aku tidak percaya ini.. “ yunda berlari meninggalkan rani dengan tangis yang mengalir deras dari matanya dan tanpa sengaja menjatuhkan yunda menjatuhkan buku itu.

Disebuah rumah sakit ternama terdengar suara ambulance yang memekakan telinga, segeralah di bawanya seorang pasien yang masih sangat muda oleh para perawat dengan diiringi seorang guru dan seorang temannya, dengan cepat para perawat membawa tubuh anak muda yang tidak sadarkan diri itu kedalam ruang UGD..

“ maaf pak, bapak sebaiknya tunggu disini “ ucap salah seorang perawat tersebut kepada bapak guru yang bernama anki tersebut.

“ sudah prana, sebaiknya kita menunggu kedatangan pihak keluarga Gylang. “ ucap bapak anki sang guru matematika yang menjadi salah satu sahabat prana di sekolah..

“ baik pak, semoga Gylang baik baik saja.” Ucap prana.

-------------

Dilain tempat

“ Gylang kenapa kamu tidak pernah bilang kepadaku bahwa kamu itu sedang sakit yang sangat parah, kenapa kamu tidak pernah bilang bahwa selama ini kamu hanya menunggu kematian saja, kenapa?.. “ ucap yunda dalam hati, yunda berlari dengan diiringi air mata yang mengalir, dirinya begitu sedih kenapa orang yang sangat dicintainya akan meninggalkan dunia ini..

“ Gylang aku mohon bertahanlah, aku mohon “ ucap yunda lagi ditengah larinya..

Langit yang tadinya menunjukan wajah cerianya kini seperti menangis, hujan dengan sangat derasnya turun membasahi yunda yang masih berlari menuju rumah sakit.

“ kenapa dari tadi tidak ada angkutan umum sedikitpun ya?.. “ ucap yunda yang merasa heran sepanjang perjalanannya dia tidak menemukan tukang ojek dan sebagainya, jadi terpaksa dia berlari menuju rumah sakit yang berjarak beberapa blok dari sekolahnya..

Ditengah hujan yang sangat deras, tubuh yunda terbasahi air hujan, air matanya tersamarkan oleh derasnya air hujan yang mengalir..

-----------

Disekolah:

“ ih kenapa hujan sih.” Ucap rani menatap langit sambil menggenggam buku milik Gylang yang tidak sengaja yunda jatuhkan tadi.

“ eh rani, jangan melamun mulu..” ucap erni sambil menepuk pundak rani.

“ eh erni, kamu ngagetin mulu.. “ ucap rani.

“ erni, ngomong ngomong tadi Gylang kenapa ya?.. sepertinya dia sangat kesakitan?.” Ucap rani kepada erni

“ mana aku tahu rani, mungkin dia sakit hati gara gara kamu pacaran sama asep.. “ ucap erni sok tahu..

“ hah jangan bercanda erni kamu juga tahu kan kalo Gylang itu cinta sama yunda dan mereka berpacaran.” Ucap rani dengan senyum manisnya

“ oh iya, dulu kan Gylang pernah nyatain cintanya sama kamu kan?.. “ Tanya erni

“ darimana kamu tahu?” rani bertanya balik

“ ehhh kamu ini, aku kan sering main kerumah Gylang, jadi dia sering curhat juga ke akulah..” ucap erni pada rani yang membuat rani sedikit terkejut.

“ iya, dia pernah nyatain cintanya ke aku beberapa bulan yang lalu, tapi aku cuekin aja dia.. “ ucap rani dengan wajah dinginnya..

“ Iihhh sadis banget sih.. “ ucap erni sedikit merinding mendengarkan ucapan rani

“ iya sih, aku ini memang banyak salah sama dia, aku bahkan hampir merusak persahabatan asep dan Gylang. “ ucap rani mengaku bahwa dirinya terlalu banyak salah kepada Gylang.

“ yasudah erni, aku mau kekelas dulu..” ucap rani pergi meninggalkan erni.

“ iya, duluan aja. “ ucap erni pada rani.

Disebuah kelas yang sepi, hanya terduduk seorang wanita cantik yang sedang menatap sebuah buku seorang temannya.

“ haruskan aku membuka buku ini?.. “ tanyanya pada dirinya sendiri.

Karena rasa penasaran yang sangat kuat didalam hatinya dengan perlahan rani membuka buku tersebut, dia mulai membaca apa yang Gylang tulis.

“ Hm ternyata ini hanya kisah hidupnya Gylang saja “ ucap rani semakin banyak dia membaca semakin tahu apa yang apa yang gylang rahasiakan..

TENG TENG TENG jam pelajaranpun dimulai sebagi tanda jam istirahat telah selesai

“ ahh padahal sedikit lagi selesai..” ucap rani kemudian menutup buku itu.

Segera rani memasukan buku itu kedalam tasnya, dan pelajaran pun segera dimulai..

--------------

Bagaimakah kisah kelanjutannya? Dan bagaimanakah jika rani mengetahui bahwa Gylang akan segera menemui kematiannya, dan akankah dia berpaling dari asep?...

---------------

Penasaran.. Baca Minggu depan ya…

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar anda :), baik berupa Kritik dan Saran Seputar Postingan saya diatas, atau anda bisa mengetikan pertanyaan , atau pernyataan seputar Postingan saya diatas :)