What's New
Loading....

Penyesalan Chapter Lima

pantai

Minal Aidzinwalfaidzin buat semua pembaca yangrela membaca cerita yang nggak jeas ini (^_^) terutama buat para fans saya yang saya juga nggak tahu siapa?... (abaikan), buat para sahabat dan pemeran dalam cerita ini saya minta maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan, terutama kepada rani puspitasari maaf ya… ( Berharap dimaafkan.)..

Akhirnya bulan suci ramadhan telah usai dan kita semua merayakan hari kemenangan pada tanggal 28 Juli yang lalu, dan pada hari ini tanggal 30 saya memberikan sebuah cerita lanjutan dari chapter yang lalu, meski memang masih nggak jelas cerita apa?.. tapi maklum ya, saya masih newbie/ pemula dalam pembuatan cerita..

Langsung saja ya silahkan baca cerita saya gratis ini kok…

Oh iya didalam cerita ini saya memberikan sebuah picture atau gambar asli tentang sesuatu loh.. Mau Tahu?... baca dulu aja…

CHAPTER KELIMA

Didalam sebuah ruangan dengan aroma mint dan obat, terbaring seorang anak muda yang tidak sadarkan diri kepalanya terbalut perban dan ada sedikit darah yang terlihat dalam perban itu, ditemani oleh sahabatnya prana, asep, dan rani.. sedangkan yunda, beserta ayahnya dan ibunda gylang menunggu diluar ruangan

Detik demi detik waktu berjalan, ketiga orang itu hanya diam memperhatikan Gylang satria Yudha yang keadaannya tidak sadarkan diri, menit demi menit berlalu, sudah 1 jam 45 menit sejak kedatangan dokter yang memeriksa Gylang.

“ aku mohon sobat, bertahanlah, aku mohon..” ucap prana dengan nada pelan kepada Gylang yang masih terbaring lemah, prana sedikit demi sediit mengucurkan airmatanya.

Asep dan rani yang duduk disamping prana hanya dapat diam, melihat kesedihan prana yang sudah tumpah..

TIBA TIBA… jari tangan Gylang bergerak, secara perlahan…

“Gylang?..” ucap prana

“ cepat panggil dokter” kata asep kepada rani..

“ baik “ jawab rani dan segera pergi meninggalkan ruangan itu..

Ibunda Gylang segera masuk kedalam ruangan diikuti oleh ayah yunda dan yunda sendiri setelah melihat rani berlari menuju ruangan dokter,

“ Gylang cepat sadar gylang” ucap prana masih meneteskan air matanya..

1 jam yang lalu, dalam bayangan gylang..

“dimana aku?.. dimana semua orang?...” ucap gylang sambil melontarkan pertannyaan itu pada dirinya sendiri.

Gylang berlari dan terus berlari mencari jalan keluar dari tempat hampa yang tidak ada mahluk hidup sedikitpun.

“ apa aku ini sudah mati?... “ Tanya nya lagi…

Lalu terdengar suara tangisan yang sudah tidak asing lagi di telinga gylang..

“ aku mohon sobat, aku mohon bertahanlah” terdengar suara seperti itu, Gylang berusaha mencari siapa yang berbicara dengan sedikit di iringi tangisan itu..

Tiba tiba, “ Prana!... AHHHH” teriaknya seakan kepalanya merasa sakit, perlahan pandangannya mulai mengabur dan Gylang pingsan di tempat hampa itu…

“ prana aku mohon jangan menangis seperti itu, kau jadi terlihat bodoh“ ucap Gylang yang tiba tiba sadar..

“ Gylang, akhirnya kawan kamu sadar juga “ ucap asep pada Gylang sambil memeluknya..

“ thanks sobat kalian sudah menjagaku, tapi kenapa aku bisa ada di rumah sakit ya? “ Tanya Gylang

“ kamu tadi pagi tertabrak oleh sebuah mobil” jelas prana kepada gylang

“ bagaimana keadaannya?” Tanya seorang dokter kepada prana yang tiba tiba masuk kedalam ruangan itu bersama rani..

“ aku rasa aku sudah baik, tapi aku masih merasa sedikit pusing di kepalaku.” Jelas Gylang..

“ kalau begitu saya akan membawamu untuk diperiksa keruang laboratorium, mari kita lihat apakah ada yang salah dengan ingatanmu..” ucap dokter itu..

“ tidak perlu dok “ akurasa aku sudah baikan “ kata Gylang

Kemudian dokter memeriksa luka dikepala Gylang “ sebaiknya anda beristirahat dulu disini selama 3 hari, setelah 3 hari anda baru boleh pulang.

“ kami akan menjagamu sobat “ ucap asep dan prana berbarengan

Sementara itu

Setelah dokter meninggalkan ruangan ibunda Gylang langsung memeluk Gylang dengan diiringi tangisan.. “ syukurlah kamu selamat “

“iya ibu, sudah jangan peluk peluk, aku malu nih…” ucap Gylang dengan wajah memerah

Mendengan perkataan anaknya ibunda Gylang langsung melepas pelukannya itu.

“ maaf nak, tadi saya tidak sengaja menabrak kamu “ ucap ayahnya yunda

“tidak apa apa kok, om, saya sudah sehat, meski kepala saya agak sedikit sakit “ jelas Gylang

“ Hai “ ucap Gylang kepada yunda, matanya menatap yunda dan wajahnya tersenyum indah kepadanya..

Bermenit menit menit kemudian didalam ruang rawat berkelas itu, terdapat 3 orang laki laki yang salah satunya terbaring di ranjang rumah sakit, dan 2 orang gadis cantik yang menunggunya juga sedangkan 2 orang dewasa lainnya pergi keluar ruangan sekedar untu bertanya tanya kepada dokter tentang keadaannya gylang

Hari yang tadinya terang kini sudah mencapai batasnya, mentari sepertinya sudah kelelahan, dan mulai tenggelam, meninggalkan jejak kehidupan dengan terpancarkannya bintang bintang.

“ kawan, sebaiknya kalian pulang, hari seudah semakin malam..” ucap Gylang dalam keadaan lemahnya

“ tidak sobat kami akan menjagamu.” Ucap asep

“ tidak asep, rani juga mungkin ingin pulang, coba bayangkan perasaannya sobat. Sudah malam kan, tidak baik wanita berjalan sendirian diluar rumah” Ucap Gylang sambil menatap asep kemudian melirik rani.

“ dia tidak sendirian, dan maafkan aku Gylang, aku terpaksa menyembunyikan tentang hubunganku dengan rani, aku sangat terpaksa, aku tahu kamu cinta dengan dia, bahkan dulu waktu kita masih junior disekolah kita, kamu rela tampil didepan panggung sebagai pasangan rani dalam acara peragaan busana, bahkan kamu rela mengorbankan harga dirimu didepan para Rival dan lawanmu, kamu bahkan rela menyerahkan apapun yang menjadi milikmu kepadanya, kamu rela menjaganya bahkan saat dia mengabaikanmu..” ucap asep mengucurkan airmatanya atas kesalahannya

“ tidak apa apa sobat, meski aku cinta dengan dia, tapi sekarang aku sudah menemukan seseorang yang yang akurasa cocok denganku “ ucap Gylang sambil tersenyum kepada asep

“ Gyl, maaf ya, aku terlalu egois, kamu juga tahu, kita dulu sempat bermusuhan Cuma gara gara aku yang egois, kamu selalu mencoba meminta maaf padaku bahkan dengan barnagai cara, kamu memang cuek, dan dingin banyak orang yang mencintaimu, tapi kamu bukan tipe ku, kamu ingat saat kamu dulu menuliskan sebuah surat dan menyelipkannya didalam buku milikku, didalam tulisan itu kamu berkata’’ | JIKA KITA TETAP SEPERTI INI, KAMU TETAP CUEK, AKU AKAN MEMANDANGMU SEBAGAI MUSUH PERTAMAKU, JIKA KAMU MEMINTA MAAF PADAKU SECARA LANGSUNG MUNGKIN AKU AKAN MEMAAFKANMU..

PILIHAN YANG AKU BERIKAN PADAMU

  1. KAMU MEMINTA MAAF PADAKU SECARA LANGSUNG
  2. KAMU MENYOBEK KERTAS INI SEBAGAI TANDA PERMUSUHAN
  3. KAMU SIMPAN KERTAS INI DENGAN KATA KATAMU DAN SIMPAN DIBAWAH MEJA.. “|

Kamu bahkan Rela menunggu jawaban atas kertas yang kamu kirimkan itu, dan aku baru tahu dari asep, kamu begitu senang atas jawabanku, bahkan setahuku kamu sampai tidak bisa tidur padahalkan aku Cuma menuliskan beberapa kata seperti ini.

“ | ya, siapaun kamu, mungkin aku bisa menebak siapa kamu, aku minta maaf, aku gak ma uterus cuek-cuekan mulu, emang gak bisa gitu buat di perbaiki lagi?..

Maaf atas sikap rani yang buruk, rani pengen memperbaiki semuanya, termasuk hubungan kita, maaf rani udah salah nilai kami !, maaf buat semuanya.

Pengen Baikan Lagi kayak Dulu. “ |

Aku tahu juga bahkan sampai saat ini kamu masih menyimpan kertas itu, bahkan kamu hapal akan kata katanya, tapi aku malah mengabaikanmu, aku berpacaran dengan sahabatmu, aku bahkan ciuman dengan sahabat yang sudah kamu kenal dari dulu, maaf maaf maaf.. “ ucap rani panjang lebar, atas penjelasaannya yang sedikit membuat Gylang terkejut, yunda yang baru mengetahui atas kebenaran perasaan Gylang terhadap rani merasa tersadar, “ Ternyata dia bersikap cuek terhadap semua orang adalah untuk menutupi kesedihannya, aku harus memberikan kebahagiaan terhadapnya aku berjanji “ ucap yunda dengan semangat 45nya diiringi kobaran api semangat yang membakar dirinya… ( ABAIKAN ITU = Penulis ).

“ rani, kamu tahu aku sudah memaafkanmu dari dulu, aku memang cinta sama kamu, tapi semua itu sudah tergantikan oleh yunda “ Ucap Gylang tersenyum kemudian melihat yunda yang masih bengong akan hayalannya.

“Bukannya kita akan pulang” ucap prana mengacaukan suasana.

“ Oke kami pulang dulu kawan, semoga cepat sembuh, besok kami akan kesini lagi ok” ucap prana sambil menyeret asep dan rani keluar ruangan.

“ aku, sebaiknya menginap disini saja, aku ingin merawat kakak, sampai sembuh total.” Ucap yunda tersadar dari lamunannya sambil menatap Gylang dengan penuh harap.

“ Hm, tidak apa apa, disini juga kana da ibuku, besok saja ya, kamu sekarang terlihat kelelahan, sebaiknya kamu pulang ya “ ucap Gylang sambil mencoba duduk dari posisi tidurnya.

Dengan tiba tiba yunda memeluknya dengan sangat lembut, dan hangat, Gylang begitu terkejut, hatinya degdegan dan wajahnya memerah padam “ baik kaka, semoga cepat sembuh, besok aku akan kesini lagi ya..” ucap yunda sambil melepaskan pelukannya.

Saat yunda akan hendak pergi meninggalkan Gylang, Gylang menarik tanganya kemudian mendekatkan wajahnya kepada yunda dan… dan…. Dan…. “HM, apa yang kalian lakukan?...” ucap ibunda Gylang dengan tiba tiba nya masuk kedalam ruangan “ hahaha, nggak “ ucap Gylang sambil mengusap kepalanya, begitu juga dengan yunda “ kalian terlihat bodoh dengan ekspresi seperti itu “ ucap ibunda Gylang..

“ Yunda ayo, kita pulang, mungkin ibumu sudah menunggu kita dirumah “ ucap ayah yunda masuk kedalam ruangan.

“ ayo.. “ ucap yunda menghapiri ayahnya, kemudian yunda berbalik menghadap Gylang dan sebelah matanya berkedip sambil tersenyum..

“ ada ada saja…” ucap Gylang melihat kelakuan yunda.

“ tante, kamu permisi dulu, besok kami akan kesini lagi ya..” ucap yunda pamit kepada ibunda Gylang.

“ nyonya kami permisi dulu. “ ucap ayah yunda

Kemudian kedua ayah dan anak itu pergi meninggalkan ruangan..

“ HMMMMMM, Apa yang barusaja kamu lakukan ? (T_T) “ ucap ibu Gylang dengan wajah datarnya..

“ Emh, apa ya?.... “ ucap Gylang pura pura bodoh lagi..

“ Hm, Jadi begitu ya.” Ucap ibunda Gylang menyadari sesuatu..

-----------------------------------------------------------------------------------

Spesial lebaran…. Foto yang saya janjikan tadi…

Secarik kertas yang Gylang simpan dari dulu dan berisi jawaban rani…..

Kata katanya sama persis dengan salahsatu scenario diatas…

20140730_15252720140730_152600

Gambar sebelah kiri adalah tulisan gylang dan sebelah kanan adalah tulisan rani…

Hot smile dalam dunia nyata?… sebenarnya seperti apakah hubungan gylang dan rani?… Patut dipertanyakan?… Ninja

----------------------------------------------------------------------------------

Seperti apakah kisah selanjutnya, dan seperti apakah hubungan gylang dan yunda selanjutnya bacalah kisah yang berjudul penyesalan karya gylang satria yudha, di chapter 6.

----------------------------------------------------------------------------------

Editan 1

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar anda :), baik berupa Kritik dan Saran Seputar Postingan saya diatas, atau anda bisa mengetikan pertanyaan , atau pernyataan seputar Postingan saya diatas :)