What's New
Loading....

Penyesalan Chapter 4

Hai, bertemu lagi dengan saya, Gylang Satria Yudha, di bulan suci ramadhan ini saya akhirnya mempercepat proses pembuatan novel yang gak jelas ini, thanks buat Yunda handayani dan Asep Permana, Kalian Membuat saya semakin bersemangat apalagi tentang komentar kalian yang terkesan gokil, ehm juga tidak lupa Prana Moch Maulana Sobat saya, Bro saya janji akan membuat you keren deh, tau gak teman teman, prana sempat berpesan agar dia tampil keren didalam cerita ini, hahaha ada ada aja ya.. … Thanks Juga Buat penggemar saya yang saya juga gak tahu siapa?… (^_^)
Oke Langsung Saja, Silahkan dibaca kisah yang Gak Jelas Ini, hehehe


CHAPTER KEEMPAT
Sepulang sekolah.
“Hm, kak anter aku ke perpustakaan yuk?...” minta yunda pada gylang.
“iya, ayo” ucap Gylang
Mereka berdua berjalan bersama menuju perpustakaan sedangkan asep dan prana.
“ huh, kita gak diajak.” Keluh prana.
“ yah, gak apa apa, ada untungnya juga kok bisa melihat anak baru itu dekat dengan Gylang.” Ucap asep sambil tersenyum
“ emangnya kenapa bro?” Tanya prana.
“ nggak, aku duluan ya..” lanjut asep sambil meninggalkan prana.
Ditempat parkir.
“ sudah lama nunggunya ya?..” Tanya asep pada seorang wanita.
“ nggak kok, baru aja aku disini.” Ucap wanita itu sambil tersenyum manis.
“ ayo, aku anter kamu pulang ya, sayang.” Lanjut asep..
“apa ternyata asep berpacaran dengan rani, aku harus memberitahu Gylang, tega banget dia, padahal dia juga tahu bahwa gylang itu suka sama rani.” Ucap prana dalam hatinya melihat kenyataan bahwa asep itu berpacaran dengan rani.

1 Jam Kemudian..
DUK DUK DUK terdengar langkah kaki seorang prana yang tengah berlari menyusuri lorong sekolah, seolah sedang mencari seseorang dengan sangat terburu buru…
BRAK… Prana Menambrak seseorang.
“ Aduuh, Pran apa yang kamu lakukan ?.... “ ucap Gylang mencoba berdiri dari tempat dia terjatuh sambil memengang kepalanya yang terbentur tubuh prana yang memang berotot itu…
“ anu, aku harus memberi tahu sesuatu…” ucap prana terengah engah karena kecapean…
“ Yasudah kita bicaranya sambil jalan aja, kebetulan yunda juga udah pulang duluan…” Ucap Gylang
Di tempat biasa gylang, prana dan asep nongkrong terlihat dua orang pemuda berpakaian sekolah sedang duduk sambil menikmati secangkir the hijau hangat….
“ hm, apa sih yang mau kamu bicarakan pran…?” Tanya Gylang.
“ begini ternyata asep itu berpacaran dengan rani….”ucap prana to the point…
“ aku sudah tahu… “ ucap Gylang sambil melhat kearah jendela..
“ HAAAH darimana kamu tahu.. “ Tanya prana
“ waktu beberapa hari yang lalu, aku melihat mereka berdua bermesraan di pantai… “ ucap Gylang sambil mengalihkan perhatiannya….
“ trus apa yang akan kamu lakukan” Tanya Prana…
“ emh aku gak tau?... “ jawabnya singkat…
“ oh ia pran aku harus pulang, tadi ibuku katanya pulang dari korea aku harus buru buru, Sampai jumpa…” lanjutnya berdiri dan pergi meninggalkan prana…
“ huh dasar, aku juga yang harus membayar minuman yang dia beli. “ ucap prana kesal sambil melihat kepergian Gylang.
Setelah prana membayar minuman yang Gylang dan dia pesan, dia segera beranjak pergi meninggalkan tempat itu, dengan memakai topi dan jaket kulitnya, dia berjalan santai langkah demi langkah dia injekan diatas trotoar sebuah pusat pertokoan untuk mencapai rumahnya yang memang tidak terlalu jauh dari sana,” andai aku punya mobil seperti mereka” ucap prana sambil membayangkan mobil Lamborghini Gylang dan Mobil Ferrari Asep..
Setibanya Gylang di rumah istananya…
“ dari mana saja kamu, main mulu… “ ucap ibunya sambil duduk seperti seorang ratu yang sedang menunggu pangerannya…
“ emh anu tadi aku habis dari tempat biasa…. “ jawab Gylang menghampiri ibunya…
“ oh ia besok ibu mau berangkat ke Australia mungkin selama 5 bulan, ibu mau mengerjakan proyek baru disana, kamu tolong jangan nakal ya, jika mau main kesana, telpon aja… “ ucap ibu Gylang…
“ huuh, seperti biasa “ keluh Gylang karena ibunya jarang ada dirumah sekalipun ada dirumah ibunya sibuk dengan pekerjaannya.
“ jangan mengeluh seperti itu, ini semua kan gara gara ayah kamu, yang bodoh itu, dia meninggalkan kita dan menikah lagi dengan orang lain, dia pergi saat kita sedang sengsara… dia pergi saat kamu berumur 6 bulan… jadi ibu kerja keras untuk membiayaimu… maaf… jika ibu jarang memerhatikanmu tapi ini semua untuk kamu juga… “ ucap ibunya Gylang dengan tampang sedih..
“ maaf bu aku terlalu egois… maaf “ ucap Gylang meneteskan airmatanya… lalu memeluk ibunya….
“ yasudah jangan nangis gitu dong, masa cowok nangis… “ ucap ibunya sambil tersenyum…

KEESOKAN HARINYA.
“ ibu pergi dulu ya, jaga dirimu baik baik… “ ucap ibu Gylang sambil melambaikan tangannya kepada anak muda dengan seragam sekolahnya….
“ baik bu, hati hati disana ya… “ teriak Gylang…
Gylang melihat jam tangannya…. “ ahh sial aku terlambat sekolah… “ segera ia berlari kedalam garasi mobilnya dan …. “ haaah kemana mobil kesayanganku… “ ucap Gylang terkejut melihat mobil Lamborghininya lenyap entah kemana?...
“ maaf tuan muda tapi nyonya tadi berpesan kepada saya agar mobil anda tidak dipakai oleh anda selama 4 bulan kedepan, karena waktu itu ibu anda melihat anda balapan sama asep, jadi inilah hukumannya… “ ucap kepala pembantu di rumahnya Gylang….
“ trus saya harus naik apa ke sekolah sekarang saya sudah telat….” Ucap Gylang terburu buru…
“ tuan muda bis amenggunakan motor saya, maaf meski sudah jadul… “ ucap kepala pembatu tadi sambil menunjukan jarinya kearah sepeda motor Vespa keluaran tahun 98….
“ OH TIDAK…” ucap Gylang mengusap ngusap matanya.. “ tapi gak apa apalah… “ segeralah Gylang memakai helm dan menaiki motor itu…
Sesampainya disekolah…..
“ aaaah sial gerbangnya sudah ditutup…. “ ucap Gylang dengan ekpresi kesalnya…
“ ahh kebetulan ada penjaga gerbang sekolah… “ ucap Gylang dengan lampu muncul dari kepalanya..
“ pak saya mohon pak, saya Cuma telat 40 menit… “ ucap Gylang memohon kepada penjaga gerbang sekolahnya agar mau membuka pagarnya….
“ maaf saya tidak bisa, sudah peraturan sekolah jika ada murid yang terlambat, saya dilarang memasukannya, meski murid itu adalah anda sendiri..” jelas penjaga gerbang sekolah..
“ yah, iyadeh pak gak apa apa.. “ Gylang pergi dengan wajah lunglai, seperti tidak punya niat untuk hidup.. “ baru kali ini aku terlambat “ ucapnya dalam hati..
Gylang dengan wajah yang sedikit muram, pergi dengan mengendarai sepeda motor tua itu, dan BRAK… dengan sangat keras sebuah mobil Mercedes Benz menabrak seorang Gylang satria Yudha…
“ oh tidak pak, saya menabrak anak muda.. “ ucap supir dalam mobil itu.
“ hei hei hei, tanggung jawab,” ucap beberapa warga dengan cepat menghampiri mobil itu, dan membawa Gylang dengan kepala bercucuran darah
“ baik pak, cepat masukan dia kedalam mobil kami, cepat.” Ucap seorang bapak bapak dengan berpakaian rapi dari dalam mobil..
Sesampainya dirumah sakit dengan bergegas para perawat mergotong royong membawa Gylang yang masih belum sadarkan diri dengan darah yang keluar dari kepalanya kedalam ruang UGD..
“ maaf pak saya gak melihat dengan jelas, maaf pak.” Ucap sopir mobil yang menabrak Gylang dengan wajah yang takut akan dipecat oleh majikannya..
“ tidak apa apa pak, saya juga salah seharusnya tadi saya tidak menyuruh bapak buru buru…”
30 menit kemudian..
Cklek… Pintu ruangan UGD terbuka..
“ bagaimana keadaannya dok?... ucap bapak pemilik mobil yang menabrak Gylang tadi..
“ keadaannya sangat parah, dia mengalami benturan yang keras pada kepalanya, dia kemungkinan tidak akan selamat..” jelas dokter itu. “ sebaiknya bapak menghubungi saudaranya yang lain, juga mungkin teman temannya…” lanjut dokter itu..
“ Baik dok.”
Dengan segera bapak itu menghubungi setiap nomer dalam handphone Gylang dari mulai teman dekat Gylang sampai keluargannya.. dan sampai kepada nomer ibunya Gylang…
“Halo, bisa bicara dengan ibu dari gylang satria yudha..?” Tanya seorang bapak bapak berumur sekitar 45 tahunan.
“ iya dengan saya sendiri “ ucap ibu Gylang.
“ begini bu, pertama tama saya minta maaf, baru saja saya menabrak Gylang satria Yudha anak ibu, saat ini dia sedang berada di rumah sakit, kondisinya sangat kritis, saya mohon maaf bu…” ucap bapak itu dengan rasa bersalahnya.
“APA, apa ini candaan?...” ucap ibunya Gylang kaget setengah mati..
“ saya serius bu, ini anda juga bias bicara dengan temannya..” ucap bapak itu sambil menyerahkan handphonennya ketangan prana.
“ halo tante, bapak tadi serius ini dengan saya prana.” Ucap prana mencoba berbicara dengan ibunya Gylang.
“ sekarang bagaimana keadaannya?” Tanya ibu Gylang kepada prana dengan raut muka sedih
“ keadaanya cukup kritis sebaiknya tante segera kesini..” ucap prana..
“ baik.. tolong jaga Gylang dulu ya.. “ ucap ibu Gylang dan langsung menutup teleponnya..
“pak sekarang putar balik, segera kebandara dan langsung pulang.. “ kata ibu Gylang kepada supir pribadinya.
“ tapi bu, kita baru saja sampai di Australia, dan jika kita meninggalkan para client, mungkin mereka akan menarik saham mereka dan perusahaan kita bias bangkrut…” ucap asistennya..
“ saya tidak peduli, cepat pak.. “ ucap ibunya dengan wajah serius sekaligus sedihnya..
“pran maaf aku telat, bagaimana keadaanya gylang…” ucap asep baru datang bersama dengan rani…
BUUUK prana memukul perut asep dengan sangat keras. “ sialan kau, menghianati temanmu sendiri..” ucap prana dengan raut muka marahnya kepada asep..
“sudah cukup sudah” ucap sopir pribadi bapak tadi segera menjauhkan prana dengan asep…
“maaf ini semua bukan salah asep..” ucap rani kepada prana “ ini semua salah aku… mohon maafkan asep…” mohon rani kepada prana..
“ minta maaflah pada Gylang yang sedang sekarat disana, HAH… “ teriak prana karena kesal kepada prilaku mereka
Beberapa menit setelah kejadian itu semuanya diam tidak bersuara, prana masih denga raut muka marahnya, asep seolah olah merasa bersalah, rani diam tak bersuara. Bapak dan sopir yang menabrak Gylang terus berdoa agar Gylang selamat…
“ AYAH kenapa ayah ada disini…?” ucap wanita cantik yang bernama yunda datang dengan membawa bunga…
“ tadi ayah menabrak seorang anak muda, kamu juga kenapa ada disini… ?’’ Tanya balik bapak tadi kepada yunda..
“emh aku meu melihat keadaan pacarku…” ucap yunda malu malu…
“ jadi dia pacarmu…”
“iya “
Terdengar perbincangan Antara yunda dan bapak itu yang ternyata ayahnya, prana,asep dan rani hanya terdiam..
“ jadi itu ayahnya yunda..” ucap prana dalam hati.. “ tapi bukannya yunda tinggal hanya bersama ibunya…” masih dalam hati prana berbicara..
“maaf jadi ternyata om ini adalah ayahnya yunda?...” Tanya asep
“ iya saya ayah kandungnya, tapi saya sedang ada tugas diluar negri, baru tadi pagi pulang, karena saya buru buru maka kejadian ini terjadi..” jelas ayahnya yunda..
Hampir satu jam kemudian…
“ maaf saya terlambat, bagaimana keadaanya Gylang…” Tanya ibunda Gylang kepada prana..
“ tante bisa langsung tanyakan ke dokter, didalam ada asep dan teman teman juga ada bapak yang menabrak Gylang..” jelas prana kepada ibunya gylang.
Dengan cepat ibunya segera melesat masuk kedalam ruang rawat.
“ dokter bagaimana keadaan anak saya?... “ langsung saja ibunda Gylang menayakan kepada dokter yang sedang memeriksa Gylang..
“ keadaanya sangat lemah terjadi benturan yang sangat keras pada kepalanya, jika keadaanya dalam 2 jam kedepan belum membaik maka kami akan melakukan operasi kepada dia, tapi kemunginan dia akan kehilangan semua ingatannya secara permanen…” jelas dokter.
“….” Ibunda Gylang hanya terdiam lemas seakan mau pingsan tetesan air matanya mulai mengalir, “ kenapa ini semua harus terjadi kepada kamu Gylang”.. Ucap ibunda gylang ditengah tangisannya, yunda juga merasa bersedih akan keadaan Gylang, asep dan rani merasa bersalah atas apa yang pernah dibuat mereka, “ sabar nyonya, sebaiknya kita doakan Gylang agar dia dapat segera sadar dan sehat seperti sedia kala.
Kemudian ibunda Gylang menghentikan tangisannya dan berusaaha tegar, atas apa yang terjadi dengan anak kandungnya.. ayah yunda kemudian membawa ibunda gylang pergi keluar ruangan, berharap ibunda Gylang bisa berhenti meratapi ketidak sadaran Gylang.

BERSAMBUNG
Seperti apakah kisah selanjutnya, dan apakah yang terjadi pada Gylang selanjutnya..

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar anda :), baik berupa Kritik dan Saran Seputar Postingan saya diatas, atau anda bisa mengetikan pertanyaan , atau pernyataan seputar Postingan saya diatas :)